Terlahir di sebuah dusun di wilayah utara Kabupaten Pacitan-Jawa Timur, dari keluarga yang sederhana, empat puluh empat tahun yang lalu tepatnya 15 Oktober 1972 , Bolo Winarso nama yang diberikan kedua orangtuanya. Ia bukan dari kalangan  berpendidikan tinggi tetapi ia memiliki semangat dan visi untuk merubah kehidupannya. Semangat yang tinggi untuk terus belajar mendorongnya bertekat dan  berupaya untuk tetap bisa bersekolah.

Pemuda asal dusun Pagersari Desa Penggung Kecamatan Nawangan ini adalah salah satu aset bangsa yang berkualitas, walau hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) namun pola fikirnya sudah jauh kedepan  berbeda dengan orang kebanyakan di kampungnya, menyadari pentingnya pendidikan ia bertekat untuk bisa melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya yaitu sekolah menengah atas (SMA).Menyadari keadaan ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan untuk membiayai keinginannya untuk melanjutkan sekolah dan tidak ingin membebani orang tuanya, iapun memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Di Ibu Kota Bolo mengadu peruntungannya dan mendapatkan pekerjaan di bilangan Bidara Cina Jakarta Selatan di sebuah butik, disini Bolo mendapatkan kepercayaan dari pemilik butik untuk mengelola butik tersebut. Memiliki pekerjaaan dan penghasilan iapun akhirnya bisa melanjutkan pedidikan sma di Jakarta. Bersekolah sambil bekerja dilakoninya dengan tekun hingga Bolo berhasil menyelesaikan pendidikan dan lulus SMA.

Keberuntunganpun menghampirinya,hal yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya bahkan mimpipun tidak, “saya itu dulu ndak pernah mikir kalo mau jadi lurah, wong mimpi saja tidak”terangnya saat di temui di bilangan Sudirman- Jakarta (7/11/16) disela acara Rembuk Desa Nasional yang dihadirinya mewakili Kabupaten Pacitan.
Tahun 2013 lalu Bolo Winarso terpilih menjadi Kepala Desa (Lurah) di desa Penggung setelah dilakukan pemilihan Kepala Desa Secara langsung mengalahkan pesaingnya.Berkat semangat dan visi untuk maju, tiga tahun menjadi kepala desa, suami dari Siti Rukhoyah ini sudah menorehkan prestasi diantaranya membawa Desa Penggung menjadi juara kedua tingkat Provinsi dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMD) dan Jura Pertama tingkat Kabupaten. Selain itu Bolo juga berhasil membangun pasar dan infrastruktur serta program sertifikasi tanah hak milik yang bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pacitan.

Baca Juga  Polisi selidiki hotel tempat temu penyelundup satu ton shabu di Anyer

Adik kandung politisi Partai Golkar Lancur Susanto ini juga berhasil mensukseskan program pemerintah wajib belajar sembilan tahun di desanya,”tidak ada alasan untuk tidak sekolah mas, wong semua dibiayai oleh negara, yang penting mau saja” tegasnya.Prestasi lain di antaranya pemberdayaan pemuda dalam bidang olah raga, membentuk keluarga muda mandiri (KMM). Masih banyak yang ingin dijalankannya diantaranya ingin menjadikan desa Penggung sebagai desa tujuan dengan mengadakan event-event didesanya, dan event tahunan yang digagasnya semisal “Longkangan” atau bersih desa. Menurutnya event ini bisa dijadikan ajang silaturahmi dan gotongroyong masyarakat desa sekaligus memancing orang untuk datang ke desanya.” mudah-mudahan event ini sudah bisa terlaksana tahun depan”ujarnya.

Baca Juga  Nasmoco Group Berduka

Dalam rangka mewujudkan program  Desa Tujuan, Lancur Susanto menjelaskan konsep kerja  desa Penggung dan harapannya, berikut penjelasanya melalui pesan WhatsApp messenger (19/12/2016) “Konsep kerja yg kami buat adalah mendorong Jajaran kepala Desa bersama sama masyarkat untuk menjadikan wilayah Nawangan menjadi WILAYAH TUJUAN hal itu akan terjadi kalau di awali dari DESA TUJUAN….kuncinya adalah Infrastruktur yg memadai,SDM (sumber daya manusia) yg mendukung dari segala bidang (sederhana masyarkatnya yg ramah tamah) Cerdas,dan tanggap…..di karenakan wilayah kita di desa penggung dan pada umumnya potensi untuk di datangi warga lain dalam banyak hal…..maka untuk itu saya juga melinierkan  Program2 saya dgn Program2 Desa yg di danai dgn Dana desa (DD) maupun ADD (alokasi dana desa) agar pembangunan cepat dan tepat…..contoh dana desa agar mempriroritaskan pembangunan aset2 desa yg bisa meningkatkan pendapatan desa (PADes)dan meningkatkan pelayanan masyarkat….yg di luar itu aku bantu suport anggaran untuk percepatan pembangunan segala bidang…..Infrastruktur,pembinaan2….sarana prasarana….usaha2 kecil dan menengah…..pemberdayaan kelompok2….doakan agar pembangunan di desa semakain cepat dan masyarkat bisa menikmati kesejahteraan dan kemakmuran…Amin3X.

Suatu contoh pengelolaan pasar Desa yg dulu satu tahun pendapatan pasar sekitar 10jtaan…sekarang setiap tahun sdh mencapai sekitar 30an juta…saya mendorong kedepannya pendapatan pasar mencapai 50an juta setiap tahun….peningkatan pendapatan pasar bukannya mencekik pengusaha pedagang akan tetapi saling menguntungkan…..saat ini ketika saya ke pasar saya menanya para pelaku pasar….banyak yg terimakasih dgn pengelolaan yg begitu perhatian….pasarnya rapi…bersih….dannretribusinya tidak mahal….

Baca Juga  Usai Sholat Terawih, Gadis Muslimah AS Ditemukan Terbunuh di Virginia

Sehingga kami mengharapkan agar nanti masyarakat dalam usaha selalu krasan di desa dengan cara menggunakan potensi Alam….hal ini sangat terbuka peluang2 usaha di desa di karenakan potensi alam kita sangat mendukung….maka untuk itu pada saat pereode jabatan saya berusaha untuk menambah sekolah kejuruan Alhamdullilah mendapat 2 lembaga….SMK N 1 sekarang di desa pakis baru dan SMK N 2. sekarang di desa mujing….dgn adanya SMA yg berada di desa Ngromo dan 2 lembaga kejururan tersebut saya sangat yakin kedepannya nanti akan tersiapkan tenaga tenaga trampil dan SDMnya teraiapkan…..tidak seperti jamanku dulu…..apalagi wilayah kita sdh menjadi kawasan AGROPOLITAN ….

Dua lembaga tersebut (SMK N 1 dan SMK N 2)saya mengharapkan kepada DINAS Pendidikan agar putra dan putri di arahkan ke jurusan pertanian dikarenakan sesuai dgn potensi Alam dan mendukung program Agropolitan nawangan dan Bandar.,di kecamatan Bandar juga sdh berdiri satu lembaga  SMK N 1 BANDAR.Dgn harapan bisa meningkatkan SDM di wilayah…..”. (nrp/batas.id)