BATAS.ID~Surakarta-Festival Payung Indonesia 2017 akhirnya dilaksanakan pada tanggal 15 September 2017, setelah minggu lalu masyarakat Kota Solo dihibur dengan Solo International Performing Art 2017, minggu ini masyarakat Solo juga antusias menyabut satu festival terbesar yang diadakan oleh Pemerintah Kota ( Pemkot ) Solo. 
Didukung oleh Pesona Indonesia, Festival Payung tahun ini sedikit berbeda. Tidak hanya peserta asal Indonesia saja tetapi juga ada juga peserta dari mancanegara. Berbagai macam kerajinan Payung dipamerkan diseluruh area Pura Mangkunegaran, masyarakat juga antusias mengabadikan moment ini dengan foto dan ber swa foto.

“Baru masuk Kuliah di Universitas Sebelas Maret tahun ini dan saya datang dari Bontang Kalimantan, gak nyangka ternyata di Solo banyak acara. Apalagi ini festival yang bisa dibilang tidak ada didaerah lain, jadi suka lihatnya.” Kata Bella (18).

Baca Juga  Sekaten Solo 2016, festival rakyat tahunan 


Berbagai acara juga dirancang oleh Pemkot Solo, dimulai dengan arak-arakan Payung raksasa, lomba Payung rajut, konser Bengawan Music Orchestra, Pentas Hari, Fashion Show dan masih banyak lagi. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini akan ditutup oleh Gelar Maestro Tari yang akan diadakan pada pukul 19.00 WIB dan menampilkan Maestro Tari seperti Retno Maruti dan Didi Nini Thowok.

Acara ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan terutama wisatawan mancanegara untuk mengunjungi Kota Solo. Pada saat yang bersamaan Pemkot Solo juga mengadakan Festival Kuliner Solo yang menggandeng pedagang-pedagang yang menjual makanan khas Solo. Seperti salah satu jajanan khas Solo yang terbilang hampir punah yaitu Ledre. 

Baca Juga  Kecelakaan Maut di Puncak Bogor, Korban Tewas Empat Orang

Proses pembuatan Ledre, Makanan KhasSolo yang nyaris Punah

Makanan yang terbuat dari campuran ketan dan parutan kelapa muda dan diisi pisang lalu dipanaskan diatas wajan tanpa minyak ini menjadi salah satu makanan yang cukup membuat penasaran.

Ledre, Makanan Khas Solo yang sudah jarang ditemukan

“Dulu ini jajanan biasa ada di penjual tenongan, tapi sekarang memang sudah jarang sekali yang jual makanan ini.” Kata Bu Resti penjual Kue Ledre.

DINA MEIDIANA|Foto-Foto: Dina