batas.id~Jatilawang Kab. Banyumas-Salah satu bukti rasa syukur atas nikmat yang berlimpah dari oleh Alloh SWT ditunjukan dengan gelar syukuran dan disertai cuci benda pusaka yang usianya diperkirakan lebih dari 1000 tahun.

Sejak jaman  Walisongo, acara tersebut di gelar setiap hari ke-3 Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan Islam setelah bulan Ramadahan.

Prosesi membuka Ageman/ Foto: Denis/batas.id

Prosesi acara syukuran dan cuci  benda pusaka berjalan secara hikmat, dipimpin oleh Sesepuh dan disaksikan oleh warga setempat.
Prosesi serangkaian acara berjalan selama 1 jam di mulai jam 11.00-12.00 WIB.Setelah acara doa bersama yang di pimpin oleh Bpk.Sumarto selaku imam dilanjutkan cuci benda pusaka peninggalan di era zaman Walisongo.

Berbagai benda pusaka seperti Tasbih,Kujang,Ikat Pinggang ,Selendang dan masih banyak  benda pusaka yang tidak di ketahui namanya.

Benda Pusaka Kasepuhan/Foto: Denis/batas.id

Lokasi acara tersebut di Desa Gentawangi Kec.Jatilawang Kab. banyumasa Jawa Tengah dengan nama Kasepuhan Gentawangi, prosesi cucu pusaka ini di pimpin oleh Bpk.Siswomiharjo (Juru Kunci), Sumarto (imam), Kyai Hadi Siun, Hadi, Edi  Purwanto .

Syukuran Cuci Benda Pusaka Kasepuhan Gentawangi, Carso, Kyai Khusairy,Yas Sukardi,Wireja Hadi Sumarto, Marto Lari dan Sutarjo.

Ageman Slendang Hijau panjang 25 M/Foto: Denis/batas.id

Konon pemakai ageman (Jimat) Selendang Hijau postur badanya tinggi besar sekitar 3 meter. Adapun waktu yang tidak dibolehkan untuk melakukan prosesi syukuran yaitu Senen Pahing dan Kamis Pahing.

DNS- BATAS.ID