Batas.id~JAKARTA-Pelaksanaan ibadah Idul Adha atau Hari Raya Qurban tahun 2016 ini serempak, Pemerintah berharap moment itu dapat menyatukan dan memberikan keberkahan kepada umat Islam Indonesia. Hal itu terungkap dari pernyataan Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin, seperti dilansir dari situs Kementerian Republik Indonesia saat konferensi pers usai Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1437 H.

konferensi pers usai sidang isbat (foto : kemenag)
konferensi pers usai sidang isbat (foto : kemenag)

Disampaikan oleh Menteri Agama, berdasarkan laporan dari hasil pengamatan tim rukyat hisab Kementerian Agama Republik Indonesia yang disampaikan oleh Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, M. Thambrin, menyatakan bahwa posisi hilal berada di para petugas rukyat yang tersebar di 29 titik di seluruh tanah air tidak melihat hilal. Sedangkan posisi hilal berada di bawah ufuk minus 0 derajat 13 menit sampai minus 0 derajat 5 menit.

Baca Juga  Car Free Night Solo

Penetapan Awal Zulhijjah 1437 H jatuh pada hari Sabtu, 3 September 2016, sehingga untuk penetapan Hari Raya Idul Adha 1437 H jatuh pada tanggal 12 September 2016. Penetapan tersebut dilakukan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat sidang isbat penetapan awal Zulhijjah di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kemenag Jalan MH Thamrin No. 6 Jakarta, pada Kamis (1/9).

Lebih jauh, Menag menyampaikan bahwa “dengan tidak terlihatnya hilal, maka bulan Zulqaidah diistikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari dan 1 Zulhijjah 1437 H jatuh pada tanggal 3 September 2016. Sehingga dengan demikian tanggal 10 Zulhijjah bertepatan dengan hari Senin, 12 September 2016,” kata Menag.

Gunawan Wibisono-batas.id