23 Unicorn “On-Demands” Bervaluasi US$203 Miliar

New York, TechnoBusiness Insights ● Firma riset pasar CB Insights, sebelumnya disebut ChubbyBrain, yang berbasis New York, Amerika Serikat, pada Rabu (23/1) merilis daftar 308 perusahaan unicorn—termasuk decacorn.

Seluruh perusahaan dari berbagai negara itu berhasil mencetak valuasi pasar hingga US$1.046 miliar. Perusahaan dari kategori perangkat dan layanan internet (internet software and services) menjadi penyumbang terbesar (24%).

Baca Juga: Wow, Canggihnya Smart Panda Bus Buatan China Ini

E-commerce dan teknologi finansial (financial technology) menjadi penyumbang valuasi terbesar kedua dan ketiga. Keduanya menyumbangkan masing-masing 13% dan 10%.

Meski tidak termasuk tiga besar penyumbang valuasi, kategori platform on-demands—yang terdiri dari online transportation services, online food delivery services, dan sejenisnya—tak kalah menarik untuk dicermati.

Baca Juga  6 Perusahaan Paling Unggul di Industri Otomotif Indonesia 2018

Seperti disebutkan dalam laporan CB Insights, dari 308 unicorn yang ada, 23 di antaranya merupakan pemain platform on-demands. Secara konsolidasi, perusahaan-perusahaan on-demands tersebut berhasil mencatatkan valuasi sebesar hampir US$203 miliar.

Anehnya, walau sebagian bisnisnya sudah digabungkan ke Grab, Uber yang berbasis di San Francisco, California, tetap kokoh sebagai pemilik valuasi terbesar di ranah ride-hailing services.

Baca Juga: Kita, China, dan Teknologi 5G

Valuasi Uber yang senilai US$72 miliar bahkan unggul jauh dari Didi Chuxing, pemimpin pasar di China, yang baru bernilai US$56 miliar, apalagi rival-rival lainnya.

Grab yang berpusat di Singapura dan Go-Jek asal Jakarta—yang sedang bertarung ketat untuk menguasai pasar Asia Tenggara—rupanya memiliki valuasi yang jauh berbeda: US$11 miliar untuk Grab vs US$5.000 untuk Go-Jek.

Baca Juga  Meski Kompetitor “Menjamur”, Jumlah Pengguna PayPal Tetap Tumbuh

Akan tetapi, Techcrunch menyebut sebenarnya valuasi Go-Jek sudah mencapai US$10 miliar, selisih sedikit dari rival utamanya, Grab. Sebab, bulan ini saja Go-Jek telah mengumpulkan pendanaan tambahan dari tiga investor lama, yakni Google, Tencent, dan JD.com, senilai US$920 juta.

Jika memang benar valuasi Go-Jek telah mencapai US$10 miliar, berarti platform besutan Nadiem Makarim itu menempati urutan kelima sebagai platform on-demands terbesar setelah Uber, Didi Chuxing, Lyft, dan Grab.

Untuk mengetahui daftar 23 platform on-demands yang sudah berkelas unicorn, setidaknya menurut CB Insights per Rabu (23/1), silakan simak infografis terlampir.●

 

Artikel Asli