Sumber: http://coretan-hampa.blogspot.com/2014/09/makna-huruf-hanacaraka.html

Membaca buku sesuai dengan kebutuhan seseorang, membuat daya kreativitas dan imajinasi semakin bertambah. Pun demikian bagi Anda yang sudah menjadi orang tua. Membaca dapat menjadi panutan yang baik bagi generasi muda dan beberapa manfaat lainnya.

  1. Membuat santai pikiran

Sebuah penelitian pada tahun 2009 di Mindlab Internasional, University of Sussex, mengungkapkan bila membaca adalah cara paling efektif untuk menekan stres. Membaca bahkan mengalahkan aktivitas hiburan lain, seperti mendengarkan musik, menikmati secangkir teh atau kopi, atau berjalan-jalan.

2. Menjaga otak tetap tajam

Seiring dengan bertambahnya usia, Anda perlu menjaga kesehatan otak agar tetap tajam dan terhindar dari gejala pikun. Rutin membaca buku dapat merangsang mental daya ingat. Hal ini bertujuan agar di kemudian hari saat usia terus bertambah, penurunan daya ingat lebih lambat dibandingkan dengan mereka yang tidak rajin membaca.

3. Mencegah datangnya penyakit

Baca Juga  Berharap Bertemu Presiden, Pemuda ini Jalan Kaki keliling Indonesia

Percaya atau tidak, membaca buku dapat mencegah datangnya penyakit, seperti Alzheimer. Penelitian oleh jurnal Proceeding of National Academy of Sciences pada tahun 2001, orang dewasa yang hobi melakukan aktivitas yang melibatkan otak seperti membaca atau bermain teka-teki, cenderung jarang terkena Alzheimer. Ini disebabkan oleh sel-sel otak yang terangsang sehingga terhubung dan berkembang.

4. Membuat pola tidur lebih baik

Ada beberapa aktivitas sebelum tidur untuk membantu menenangkan pikiran dan memberi isyarat tubuh Anda untuk memejamkan mata, salah satu cara terbaik adalah dengan membaca.

Aktivitas membaca yang membutuhkan fokus dalam memaknai setiap kata dan kalimat, dapat menjadi alarm bagi tubuh dan mengirimkan sinyal ke otak bahwa sudah waktunya tidur. Cara seperti ini bisa membantu para orang tua yang sulit mendapatkan kualitas tidur yang baik.

5. Memperpanjang usia

Para kutu buku, ternyata memiliki usia yang lebih panjang dibandingkan yang tidak. Dalam sebuah riset yang dilakukan di Yale University, meluangkan waktu 30 menit dalam sehari untuk membaca buku ternyata dapat membuat Anda lebih panjang umur.

Baca Juga  MeCI, Wirausaha ala Ciber

Temuan riset ini membuktikan jika hobi membaca buku menurunkan risiko kematian hingga 20 persen dalam 12 tahun ke depan. Bahkan, para periset menemukan bahwa membaca punya efek positif pada kekuatan otak dalam tiga tahun pertama.

6. Mudah memahami perasaan orang lain

Menikmati bacaan, seperti sastra, dapat memperkuat kemampuan untuk membaca pikiran. Studi yang diterbitkan jurnal sains mengungkapkan bahwa karya sastra seperti fiksi dapat meningkatkan keterampilan yang disebut teori berpikir. Teori tersebut mengindikasikan kemampuan untuk membaca pikiran–mengetahui maksud dan tujuan lawan bicara–serta memahami perasaan orang lain.

Dengan kata lain, membaca buku boleh jadi dapat menumbuhkan rasa empati terhadap lingkungan sosial yang akan berdampak pada tingginya rasa kemanusiaan. Kepekaan terhadap lingkungan dan kemanusiaan inilah yang saat ini menjadi penting dipupuk dan ditularkan kepada anak sejak dini.

Baca Juga  Sifat Rajin dan Malas

Anda bisa mulai menularkan rasa empati dengan mengikutsertakan diri dan anak Anda dalam program donasi, salah satunya lewat donasi buku untuk anak Indonesia. Bantu salurkan buku untuk anak-anak Indonesia yang memiliki keterbatasan akses terhadap buku melalui gerakan #BukuUntukIndonesia.

Gerakan #BukuUntukIndonesia yang bisa Anda akses melalui tautan ini akan menyebarkan lebih dari 6 jenis buku anak ke perpustakaan sekolah dasar yang ada di 60 titik yang tersebar dari Sabang hingga Merauke–sebut saja Manokwari, Jeneponto, sampai Gunung Kidul. Ambil bagian dalam gerakan ini tidak hanya membuat Anda berperan serta dalam menumbuhkan dan menanamkan budaya baca pada anak-anak di tengah minimnya minat baca saat ini, tapi juga membantu anak-anak untuk terbiasa mengasah rasa empati mereka terhadap sesama.

|BERITAGAR.ID