Airbnb Menuju 1 Miliar Tamu per Tahun pada 2028

San Francisco, TechnoBusiness ● Pada 2008, Brian Chesky dan Joe Gebbia memasang tiga airbed di apartemen mereka di San Francisco lalu menyewakannya. Tidak disangka, upayanya itu kini telah menjelma menjadi platform akomodasi terbesar di dunia yang bernama Airbnb.

 

Baca Juga: Inilah Daftar Destinasi Wisatawan Indonesia Terpopuler Versi Airbnb

 

Kini, setelah 10 tahun berjalan, Airbnb memiliki jaringan 4,5 juta tempat tinggal di 81.000 kota. Para pelancong telah menggunakan jasa Airbnb sebanyak 300 juta kali senilai US$41 miliar.

Chesky, yang menjadi co-founder dan Head of Community Airbnb, mengungkapkan bahwa ia dan Gebbia tidak pernah memimpikan usahanya akan berkembang seperti sekarang. Apalagi, banyak orang berpikir orang asing menginap di rumah orang asing lainnya itu merupakan hal gila.

Airbnb Plus di Los Angeles, Amerika Serikat

“Namun, saat ini jutaan orang melakukan hal itu setiap harinya,” kata Chesky. Untuk itu, dalam 10 tahun ke depan, Airbnb akan memperluas komunitas yang terbentuk menjadi hingga 1 miliar pengguna jasa per tahun.

Kini, setelah 10 tahun berjalan, Airbnb memiliki jaringan 4,5 juta tempat tinggal di 81.000 kota.

Target itu masuk dalam roadmap Airbnb untuk 10 tahun ke depan yang di dalamnya termasuk menyediakan: (1) empat jenis properti baru, terdiri dari rumah liburan, unik, B & B, dan butik; (2) tingkatan kualitas yang baru berupa Airbnb Plus dan Beyond by Airbnb.

Lalu, (3) koleksi Airbnb seperti rumah yang disesuaikan dengan setiap kegiatan; dan (4) berinvestasi kembali ke komunitasnya melalui program HosTeladan dan program keanggotaan untuk para tamu.

—Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Airbnb

 

Artikel Asli