BATAS.ID~Banjarnegara– Sudah berjalan 4 tahun implementasi undang undang desa nomor 6 tahun 2014, namun butuh kerjasama semua pihak dalam mengimplementasikannya di lapangan. Pemahaman terkait mandat dan subtansi undang-undang desa perlu dipahami semua pihak tak terkecuali oleh warga masyarakat di desa. Dalam rangka merefleksikan undang undang desa dan praktik baik pendampingan.

Melihat hal tersebut bertepatan pada hari senin12 maret 2018 bertempat di Rm Saung Bu Mansur yang berada di parakancanggah kabupaten banjarnegara, Konsorsium Pemberdayaan Kelompok Marginal Desa (KPKMD) mengadakan ngaji desa untuk beberapa perwakilan warga dari seluruh kecamatan yang ada dibanjarnegara dengan mendatangkan narasumber dari IRE Yogyakarta Bpk. Titok Haryanto, Kordinator pendamping provinsi Jawa tengah Ibu Evi Nurmilasari dan Kepala Dispermades Bp. Agus Kusuma. Pertemuan yang dihadiri oleh 180 orang ini berasal dari  berbagai kalangan antara lain penggerak GP Ansor se kabupaten Banjarnegara, Gusdurian banjarnegara, Perwakilan Perempuan penggerak desa P3A dampingan dari mitra wacana, Akademisi, Pendamping desa, seniman dan budayawan banjarnegara serta beberapa dinas terkait.

“saya menghimbau kepada sseluruh penggerak desa GP Asor untuk belajar dan mendalami metode pendampingan desa yang dilakukan oleh KPKMD dengan segala perubahan dari praktik baikknya” ujar Wahid Jumali selaku ketua GP Ansor PC Banjarnegara

Dalam kesempatan tersebut titok haryanto selaku Project manager KPKMD menceritakan proses dan praktik baik yang telah dilakukan pendampingan selama 8 bulan di kedua desa yaitu desa jalatunda dan kebakalan kecamatan mandiraja.

“Kegiatan ini merupakan upaya dalam mendudukan desa sebagai pusat episentrum pembangunan, maka desa harus berdaya dan mandiri sebagaimana yang termaktub dalam undang undang desa no 6 tahun 2014” ujar titok haryanto

Kegiatan ini sangat membantu pemerintah desa dan warga dalam memahami undang undang desa yang sangat luas ini. Tujuan dilakukan kegiatan ngaji desa ini antara lain untuk mereflesikan dan memprosentasekan praktik baik dari implementasi undang undang desa, membagi replikasi praktik baik dari pendampingan oleh KPKMD dan kompak serta memberikan ruang aktualisasi warga dalam menyampaikan kepentingannya melalui media pertunjukan dan kesastraan yang dikemas dalam drama musikal dan musikalisasi puisi. Petunjukan tersebut mempertontonkan permasalahan hak layanan dasar tentang sampah dan adminduk yang terjadi di kedua desa dampingan tersebut.

Dengan konsep pertunjukan warga tersebut diharapkan pesan yang diusung oleh warga dampingan bisa sampai ke seluruh peserta dan harapannya bisa menjadi perhatian dari pemerintah kabupaten Banjarnegara. Menurut anton sebagai penggerak gusdurian mengungkapakan bahwa dengan adanya pertunjukan tersebut  peserta lebih dapat menangkap apa yang ingin  disampaikan oleh KPKMD mengenai permasalah adminduk dan sampah.

Melihat perkembangan dari hasil pendampingan KPKMD baik dibidang transparansi dan akuntabilitas dari pemerintah desa, proses perencanaan pembangunan desa yang partisipatif serta keberanian dari warga untuk mengungkapkan usulan dan permasalahan mendasar yang ada di desa baik melalui pertunjukan ini maupun rapat rapat yang diselenggarakan oleh desa. Untuk itu kepala dispermades kabupaten banjarnegara Bpk. Agus kusuma mengucapkan banyak terima kasih dan mengapresiasi atas upaya kompak dalam mengembangkan dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan desa.

 

 

RULY