batas.id~JAKARTA-Terpasangnya spanduk ajakan penolakan terhadap Gubernur Penista Agama, yang mulai terlihat Senin pagi 6 Maret 2017 di RW 5 Kel. Pegangsaan Dua Kelapa Gading- Jakarta Utara, menimbulkan pro dan kontra di kalangan mansyarakat wilayah RW 5 Pegangsaan Dua Ini.

Beberapa warga setempat saat kami temui, hingga hari ini 20/3/2017 mereka mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut, bahkan tidak sedikit yang mengaku kecewa dengan keberadaaan spanduk-spanduk tersebut. “Ini kurang pas, tidak baik,” cetus warga. Bahkan dalam perbincangan mereka terdengar percakapan yang mengatakan, “ini permainan kasar, belajar agamannya dimana?” tanya seorang warga.

Setelah ada himbauan dari Polres, spanduk-spanduk yang sudah terpasang hampir tiga minggu ini di turunkan, hal ini di jelaskan oleh sesepuh RW 05 Kelurahan Pegangsaan Dua, Bpk. Faqi.

Baca Juga  Berkat Abang Sol Sepatu Rumah Selamat Dari Kebakaran

“Kemaren pas saya di Jogja, dapet berita di wa, himbauan dari Polres agar spanduk-spanduk yang ada penista-penista agama itu, untuk diturunkan,” jelasnya.

Hari ini, Kamis 23/3/2017 sudah tidak ada spanduk-spanduk yang semula terpasang di wilayah RW5 dan dibeberapa Gerbang masuk, seperti di Jalan Bangun Cipta Sarana dan di sebelah Taman Puri Intan, di setiap pertigaan atau perempatan jalan, Kamis sore ini juga sudah tidak ada.

Dengan di turunkannya spanduk-spanduk tersebut mengakhiri polemik pro dan kontra yang hampir tiga minggu berlangsung di Kelapa Gading. (nrp)