©batas.id/foto: nasional in

Batas.id~JAKARTA-Aliansi Kebangsaan Indonesia (AKI) akan menggelar aksi “Kita Indonesia”, pada hari Minggu, 4 Desember 2016 di JaIan Jenderal Sudirman hingga MH. Thamrin, Jakarta Pusat. Aksi ini akan dikemas berbarengan dengan acara Car Free Day (CFD), yang direncanakan diikuti sekitar 500.000 peserta, bahkan ada himbauan dan surat edaran baik dari pemerintah (kementerian), perusahaan swasta maupun partai politik yang tersebar luas di media sosial.

412 1

PT. Agung Sedayu Group, yang merupakan salah satu properti developer terbesar di Indonesia, mengeluarkan surat edaran kepada para karyawannya untuk ikut dalam aksi “Kita Indonesia” ini. Dalam surat edaran tersebut sangat jelas apa saja agenda acara yang bakal digelar, lengkap dengan waktu pelaksanaan dan nama koordinator lapangan, bahkan tanpa malu-malu, ikut ditulis dengan tangan “disediakan transportasi dan konsumsi bagi seluruh karyawan”.

Baca Juga  Dua Bulan Penahanan Ahok, Simpatisan Gelar Doa Bersama

img-20161203-wa0085img-20161203-wa0084Berbeda lagi dengan Partai Golkar, DPP partai ini mengeluarkan surat dengan Nomor: B.871/GOLKAR/XI/2016, tertanggal 29 November 2016, perihal Aksi Kebangsaan Indonesia. Dalam surat inipun tertulis sangat jelas proses awal yang melatarbelakangi penerbitan surat dan ditujukan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Banten dan Provinsi Jawa Barat. Tak tanggung-tanggung, partai ini akan menghadirkan 120.000 kadernya, dengan biaya bus dan konsumsi peserta akan ditanggung oleh DPP Partai Golkar. Tidak hanya itu saja, bagi peserta aksi terbaik, disiapkan hadiah uang dengan total nilai sebesar Rp. 250.000.000,-.

img-20161203-wa0019Sementara itu, juga beredar luas di masyarakat, Kementerian Perdagangan (Kemendag), mengeluarkan surat edaran Nomor: 046/SJ-DAG/SE/11/2016 tentang Olahraga Bersama Menteri Perdagangan yang ditandatangani Sekjen Kemendag Srie Agustina pada 29 November 2016. Masing-masing Unit Eselon II diwajibkan mengirimkan peserta minimal 10 orang (PNS atau pegawai non-PNS dan keluarga).

Baca Juga  Vonis 2 Tahun Penjara untuk Ahok

Tak mau ketinggalan, Kementerian Sosial (Kemensos) juga mengeluarkan himbauan melalui surat Nomor: 2139/DYS-Sekt/12/2016, tertanggal 2 Desember 2016. Surat ini ditembuskan kepada para direktur di lingkungan Ditjen Pemberdayaan Sosial dan para Kepala Bagian di lingkungan Setditjen Pemberdayaan Sosial.

img-20161203-wa0086Banyak pihak yang curiga, aksi itu sebagai bentuk aksi tandingan untuk membela Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, usai GNPF MUI menggelar aksi super damai bela Islam III, yang menuntut Ahok dipenjarakan terkait kasus dugaan penistaan agama.

Lepas dari soal surat yang dikeluarkan oleh beberapa instansi pemerintah tersebut asli atau tidak, hasil penelusuran Batas Media di Sindonews.com, aksi ini sudah mengantongi ijin dari pihak Polri, namun apa sebenarnya maksud dan tujuan dari aksi ini, benarkah jika aksi 412 tersebut bertujuan untuk aksi tandingan terhadap aksi super damai bela Islam 212?? Kita tunggu saja yang akan terjadi nanti.

Baca Juga  Pedasnya Cabe Petani Desa Bugelan

Gunawan Wibisono–batas.id