batas.id~PONOROGO-Akibat seringnya terjadi musibah bencana alam banjir dan tanah longsor yang terjadi antara 5 hingga 10 tahun terakhir ini di Kabupaten Ponorogo, menyebabkan bermunculan banyak komunitas-komunitas sosial yang berlatar belakang aneka ragam jenis dan status sosial. Dan yang terbanyak dari semua komunitas berbasiskan media sosial Facebook.

Berawal dari pertemanan, lalu terjalin tali silaturahim, saling bertemu dan akhirnya membuat suatu komunitas sosial. Salah satunya adalah komunitas sosial AKU CINTA PONOROGO PEDULI atau lebih dikenal dengan Komunitas ACP Peduli. Yang berdiri diawal tahun 2014 hingga kini semakin eksis dan berkembang makin besar, namun tetap bergerak dibidang sosial.

ACP Peduli membantu menyalurkan donasi dari kawan-kawan yang kebanyakan BMI atau TKI luar negeri, yang meliputi negara Hongkong, Taiwan, Singapura, Malaysia, Arab Saudi dan negara lainnya, serta sebagian juga dari para warga asli Ponorogo yang tinggal atau merantau di pelbagai kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Yogyakarta dan sebagian luar jawa, donasi tersebut diberika kepada orang-orang yang dalam kondisi kekurangan.

ACP Peduli mempunyai dua progam sosial sebagai andalannya, yaitu progam BAKTI SOSIAL RUTIN setiap bulan dengan melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan paket sembako dan sejumlah dana kepada lebih dari 5 (lima) bahkan hingga puluhan Kepala Keluarga.

Kemudian progam andalan kedua, yaitu BAKTI SOSIAL KHUSUS DARURAT BENCANA, yaitu dilaksanakan berdasarkan situasi darurat, seperti saat terjadi bencana tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Seperti terlihat pada foto diatas, yang menggambarkan situasi persiapan pemberangkatan tim relawan bencana, yang akan menuju ke lokasi bencana tanah longsor di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo.

Laporan : Yusuf Santoso