BATAS.ID~Perpisahan dan pelepasan siawa siswi SDN Pegangsandua 05 Pagi dilaksanakan di halaman sekolah sehari sebelum pengumuman kelulusan, Ahad pagi 03 Mei 2018.

Acara ini diprakarsai beberapa orang tua murid yang kemudian membentuk kepanitian acara perpisahan, tidak melibatkan seluruh walimurid kelas 6.

Meski pada undangan tertera pukul 07:00 namun acara baru dimulai sekitar pukul 8:58 wib, dan dalam rangkaian acara hingga berakhir sekitar pukul 11.38.

Secara keseluruhan acara berjalan lancar, tetapi beberapa orang tua murid mengaku kecewa dengan acara tersebut. Mulai dari desain panggung dan tenda hingga proses acara yang “aneh” karena dibuat sendiri diisi sendiri dan ditonton sendiri tidak melibatkan murid kelas 1 sampai kelas 5.

Baca Juga  Nasmoco Group Berduka

“perpisahan kok aneh, masa acara dibuat sendiri, di isi sendiri ditonton sendiri” gerutu orangtua murid yang terdengar di lokasi acara.

Salah satu wali murid juga mengaku kecewa dengan acara tersebut lantaran menurutnya, pembawa acara kurang pas dengan usia anak-anak SD.

” Tadi perpisahan aku kog kurang sreg mc nya, Kurang pas pembawaannya buat acara perpisahan anak SD ya” kata wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Usai acara, juga banyak yang mempertanyakan acara yang notabene terhitung mahal biayanya, menurut informasi yang dapat di percaya mengatakan bahwa, biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan acara perpisahan kelas 6 ini, menelan biaya kisaran 24juta Rupiah. Jumlah biaya tersebut diperoleh dari iuran wali murid sebanyak 46 orang dan masing masig membayar Rp. 525.000,- (lima ratus dua puluh lima ribu Rupiah)

Baca Juga  Nekat Terjang Banjir, Banyak Kendaraan Mogok

“ini mah gede banget, malah itu bisa kali buat pensi yang melibatkan seluruh murid” kata salah satu wali murid usai acara berlangsung.

Usai acara, Hj.Novita, Kepala SDN 05 Pegangsaandua mengaku bangga dan mengapresiasi acara ini.”saya bangga dengan acara ini dan mengeapresi para orangtua terutama panitia, orang tua di sini hebat-hebat” Kata bu kepsek.

Dari acara yang menurut salah satu panitia, untuk membuat kesan murid- murid kelas 6 yang di lepas, ternyata menyisakan bermacam cerita yang kurang enak, mulai dari perselisihan antara orang tua murid sehari sebelum acara berlangsung (pada saat glade resik) hingga seragam yang tidak bisa di pakai murid saat acara, meski jauh sebelum acara, seluruh orang tua di minta menyerahkan ukuran baju dan celana anaknya.

Baca Juga  Hebat, Pilkades dengan E-Votting di Petanjungan

Beberapa anak saat kami tanya terkait acara ini, mengaku acara ini biasa saja dan tidak mendapatkan kesan yang mendalam, namun mereka merasa bersedih karena harus berpisah dengan ibu gurunya yang mengajar selama setahun terakhir, bahkan ada siswa dan wali murid yang tidak hadir.

Beberapa murid mengatakan bahwa acara perpisahan tersebut tidak menghasilkan kesan mendalam justru mereka beranggapan saat di kelas selama belajar lebih memberikan kesan mendalam buat mereka.

NRP