Inilah Tren Ponsel Pintar 2019 Menurut Vivo

BATAS.ID~SuaraBawah—Pembatasan media sosial oleh pemerintah (Kominfo) bebrapa hari ini akibat buntut dari banyaknya peredaran hoax di media sosial pasca aksi damai di depan kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei lalu, berdampak pada usaha kecil yang berbasis online.

Sely, pelaku usaha kecil yang menjual produknya dengan cara online melalui media sosial mengaku terganggu usahanya karena pembatasan media sosial ini, karena ia melakukan promo, penjualan hingga perekrutan melalu media sosial.

“Aduh sangat terkendala banget,gak bisa posting gambar-gambar” kata dia.

Lebih lanjut Sely menjelaskan bahwa semua usahanya tergantung media sosial sehingga ia tidak bisa promo dan berjualan seperti sebelum adanya pembatasan medsos.

Senada dengan Sely, Syam, pedagang makanan kering yang biasa menjual dagangannya melalui medsos, juga terganggu akibat pembatasan medsos oleh pemerintah ini.

” Iya kan gak bisa kirim foto ke customer, kita jualan lewat WA dan Facebook, otomatis terganggu” keluh dia.

Dikutip dari viva.co.id, Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Pusat, M Azrul Tanjung, menilai, dengan adanya pembatasan itu tentunya akan berdampak terhadap masalah perekonomian masyarakat terutama mereka yang berjualan melalui jejaring media sosial.
Mungkin yang tidak terpikirkan oleh pemerintah, dengan mematikan medsos karena banyaknya hoaks. Jangan lihat hanya pedagang besar, tapi berapa juta orang pengusaha kecil yang mereka biasa dengan bisnis online, itu berapa hari enggak dagang, kenapa karena pemerintah mengantisipasi hoaks,” kata Azrul Tanjung di kantor MUI, Jakarta Pusat, Jumat, 24 Mei 201

NRP