batas.id~TANGERANG–Angkot atau angkutan kota merupakan sarana transportasi yang umum dijumpai dikota-kota di Indonesia. Salah satu sarana angkutan masyarakat yang menawarkan banyak rute trayek, ketika kita mau menuju ke suatu tempat. Dikalangan pedagang pasar tradisional, angkot seperti sudah menjadi kebutuhan pokok tiap harinya. Tanpa angkot mereka akan susah ketika mau membawa dagangan.

Biasanya satu unit angkot dioperasikan oleh sopir dan kenek. Masing-masing mempunyai tugas tersendiri. Sopir bertugas membawa kendaraan dari awal pemberangkatan sampai akhir tujuan, sedangkan kenek bertugas mencari penumpang sampai isi angkot penuh.

Terlihat seperti biasa saja jika sebuah angkot dibagian pintu tengah ada seorang kenek yang tidak lelah berteriak-teriak sepanjang jalan.
Tetapi, apa jadinya kalau di pintu tengah sebuah angkot ada seorang yang tidak biasa, bahkan dia adalah seorang Kapolres. Kapolres tersebut juga sesekali berteriak-teriak seperti kenek pada umumnya.

Baca Juga  Video Perdamaian Gograbber dan Angkot Tangerang

Bukan cerita seperti disinetron, tetapi ini adalah kejadian nyata. Kapolres bergelantungan di pintu tengah sebuah angkot dan berteriak-teriak sepanjang jalan.

Hal ini terjadi di Tangerang. Seorang komisaris besar polisi yang menjabat sebagai Kepala Polisi Resort Metro Tangerang, bergelantungan disalah satu angkot jurusan Tigaraksa–Cimone.
Tindakan kapolres Tangerang Kombes Pol Harry Kurniawan yang bergelantungan di angkot ini, tentu bukan tanpa sebab. Hal ini dilakukan ketika sedang mengikuti konvoi pawai yang bertema Tangerang Damai pada Sabtu (11/03/17).

Kapolres Tangerang bersama ratusan driver gograbber sedang melakukan konvoi bersama dalam mensosialisasikan Tangerang damai / foto : Edy sw ©batas.id

Konvoi bertemakan Tangerang damai ini diikuti oleh ratusan driver Gograbber (Gojek Grab Uber) dan puluhan angkot.

Konvoi ini bertujuan mengkampanyekan bahwa Tangerang sudah aman dan kondusif.
“Tangerang Damai”, begitu teriakan Kapolres yang disambut teriakan serupa oleh ratusan peserta konvoi.

Baca Juga  Kawasan Jalan Thamrin Menjadi Spot Selfie

Baca juga : Video Perdamaian Antara Gograbber Dengan Pengemudi Angkot Tangerang

Seperti berita sebelumnya, bahwa di Tangerang sempat terjadi perselisihan antara pengemudi angkutan konvensional dengan pengemudi transportasi online.

Ribuan pengemudi angkot sebelumnya berunjuk rasa menolak keberadaan transportasi berbasis online yang beroperasi di Tangerang dan mengakibatkan kericuhan dibeberapa titik. Tetapi kericuhan ini bisa direda dan Tangerang kembali kondusif. (edy sw)