BATAS.ID~ Banyumas-Aksi massa yang menolak proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB) berlangsung hingga malam. Sekitar pukul 22.00 WIB, aparat Kepolisian dan Satpol PP melakukan upaya membubarkan massa yang bertahan dengan mendirikan tenda di alun-alun.

https://youtu.be/sfbL_wCXDgE

Pembubaran massa diwarnai kericuhan, Puluhan massa termasuk wartawan Metro TV Darbe Tyas menjadi korban amukan aparat kepolisian dan petugas Satpol PP. Massa sebagian berhasil melarikan diri dan sebagian diangkut dengan mobil dalmas.

Aliansi Selamatkan Slamet, dalam rilisnya mengecam tindakan brutal dan represif yang dilakukan aparat keamanan. Tindakan represif aparat berupa intimidasi, pemukulan, perusakan dan penangapan kepada masa aksi dan jurnalis yang sedang meliput..


Berdasarkan data dari Aliansi Selamatkan Slamet, ada belasan orang di tangkap polisi, dalam rilisnya sejumlah daftar nama orang-orang yang di tangkap, 1. 
Riyan (Presiden BEM Unsoed), 2. Andes, 3. Sasongko, 4. Biko, 5. Panji, 6. Chen (Koordinator AGRA), 7. Oji, 8. Ano, 9. Azka,10. Alip,11.Uta, 12.Wahyu, 13. Yandi, 14.Cipto, 15. Haikal (teater sianak), 16.Ikra (Pers Mahasiswa FH Unsoed),17. Fatur (Presiden BEM FH Unsoed) dan masih Ada sekitar 10 orang belum terdata.

Sebelumnya aksi memperjuangkan hak hidup warga terdampak proyek PLTPB seperti di Cilongok warga sudah kekurangan air bersih, air yang mereka konsumsi dan digunakan sehari-hari sudah keruh bercampur lumpur, warga di serang babi hutan hingga terluka bahkan meninggal di Bumi Jawa Tegal, petani dan bembudidaya ikan kehilangan sumber penghasilannya di Panembangan, pengrajin tahu juga tidak bisa berproduksi karna tidak ada air bersih di  Kalisari. 
DENIS PRIWANDA

Baca Juga  Astagfirullah, Anak Gorok Ibu Kandungnya