Aplikasi callind sudah tersedia di playstore/foto:gunawan w ©batas.id

BATAS.ID~Kebumen-Urusan sosial media (sosmed), tentu sudah tak asing lagi di telinga kita, yaa…karena jumlah pengguna sosmed terbesar di dunia, salah satunya adalah Indonesia.

Namun sayangnya, meski jumlah penggunanya terbesar, aplikasi sosial media seperti BBM, whatsapp messenger, instagram maupun facebook bukan milik Indonesia, melainkan dimiliki oleh perusahaan teknologi asing.

Hal itu memantik seorang gadis desa menciptakan aplikasi sosmed yang siap bersaing dengan aplikasi ciptaan perusahaan asing tersebut.

Dia adalah Novi Wahyuningsih (25), seorang gadis asal Desa Tepakyang, Adimulyo Kabupaten Kebumen Jawa Tengah, berhasil menciptakan medsos yang dinamakan Callind.

Callind merupakan aplikasi fungsional seperti aplikasi medsos lainnya, yang menggabungkan fitur chat messenger, call, dan iklan kreatif. Penggunanya bisa melakukan chat pribadi, chat komunitas, voice chat, kirim foto maupun video, telepon, hingga video call.

Baca Juga  Konten GIF Porno WhatsApp Bikin Resah Orang Tua
Novi Wahyuningsih, seorang gadis desa yang telah berhasil menciptakan aplikasi callind/foto:tribunnews.com ©batas.id

Tetapi Novi mengklaim, jika aplikasi ciptaannya memiliki fitur yang lebih lengkap untuk menjawab kebutuhan penggunanya, karena selain chating dan telepon, pengguna bisa pasang iklan gratis maupun bertransaksi produk secara online.

Saat ini, Novi yang baru berusia 25 tahun, juga berhasil menduduki jabatan penting di tiga perusahaan Teknologi Informasi (IT), tak tanggung-tanggung ia dipercaya sebagai Direktur Utama.

Tiga perusahaan IT tersebut berkedudukan di Kebumen, Semarang dan Jakarta, yakni PT Wahyu Global Abadi, PT Rise Solution International dan PT Callind Network International. Salah satu produk IT yang berhasil ditelurkannya adalah Callind.

“Callind bisa berarti Calling Indonesia, atau Calling International. Karena sasarannya adalah masyarakat internasional,” kata Novi, Senin (15/1/2018) kepada tribunnews.com.

“Kebutuhan komunikasi berkembang dari waktu ke waktu. Callind dikembangkan untuk menjawab kebutuhan komunikasi bukan sekadar untuk chat dan call, namun bisa untuk pasang iklan atau jual beli produk,” katanya lagi.

Baca Juga  Media Desa Prakarsai Rembug Online untuk Jaring Usul Dan Gagasan Warga

Aplikasi Callind rencananya akan dirilis secara resmi pada Februari 2018 mendatang, meski begitu, aplikasi ini bisa diunduh melalui Play Store, yang ternyata telah diminati banyak orang.

Sampai dengan Senin, 15/1/2018 kemarin, Callind telah dipakai oleh 138 ribu pengguna internet, baik dari Indonesia maupun masyarakat di 15 negara lainnya.

Namun hal itu belum membuat Novi puas, ia menargetkan bisa menjaring 5 juta pengguna internet hingga akhir 2018 untuk bergabung dengan Callind.