Camat kismantoro (topi merah) ikut serta menanam pohon di gunung pegat/foto:hadi p untuk ©batas.id

BATAS.ID~Wonogiri-Untuk mengatasi kekurangan air yang selalu terjadi pada musim kemarau, warga masyarakat ramai-ramai menanam penghijauan dipegunungan sekitar perkampungan mereka.

Pagi ini, Jum’at (5/1/2018), warga masyarakat Desa Lemahbang Kecamatan Kismantoro Kabupaten Wonogiri, melakukan penanaman pohon di Gunung Pegat.

Sebanyak 300an batang pohon ditanam diarea pegunungan yang tak jauh dari perkampungan mereka. Setelah sebelumnya, FPRB (forum penanggulangan resiko bencana) desa setempat, melakukan gerakan penanaman pohon beringin sekitar 75 batang. Kali ini, bibit yang mereka tanam diantaranya adalah pohon beringin, pohon sengon ‘solomon’, pohon prih ipik dan pohon bulu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua FPRB Desa Lemahbang, Suranto, disela-sela penanaman pohon pagi tadi. Ia juga menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama penghijauan tersebut agar ada sumber mata air dari pegunungan sehingga saat datang musim kemarau, warga tidak kekurangan air.

Anggota RPK (relawan peduli kismantoro) bersama masyarakat setempat ikut berkontribusi untuk menghijaukan gunung pegat/foto:gunawan w ©batas.id

“Untuk penanaman pohon ringin di Gunung Pegat, ini ide dari FPRB Desa Lemahbang, yang mana yang dulu telah menanam 75, terus untuk penanaman kedua ini sekitar 300an bibit”, kata Suranto.

“Dengan tujuan biar sumber mata air di kawasan sini, biar banyak sehingga musim kemarau tidak kekurangan air”, pungkas Suranto.

Camat Kismantoro, Djoko Purwidyatmo, S.Sos., M.M., mengapresiasi kegiatan tersebut, terbukti ia bersama Sekretaris Camat, Sularto, S.I.P., M.Hum., dan beberapa staf serta pegawai di lingkungan kantor Camat Kismantoro, berkenan hadir langsung turut serta menanam pohon.

Sementara itu, keterangan yang kami peroleh dari Petugas Penyuluh Kehutanan, Triyanto, SST., bahwa kegiatan penanaman hari ini melibatkan warga masyarakat di dua wilayah, yakni Desa Lemahbang dan Kelurahan Gesing.

“Bibit yang ditanam pagi ini adalah beringin, sengon ‘solomon’, prih ipik dan bulu yang berasal dari swadaya antara kami selaku petugas penyuluh kehutanan serta dari penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM)”, ungkap Triyanto.

Turut serta dalam kegiatan itu, Relawan Peduli Kismantoro (RPK) dan TKSK Kecamatan Kismantoro, yang merupakan penggerak kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kecamatan Kismantoro, yang selalu hadir pada setiap event kerelawanan maupun kegiatan pengurangan resiko bencana lainnya.