Atasi Kesemrawutan Kota dengan Teknologi AI

Teknologi AI mampu mengatasi segala permasalahan perkotaan, termasuk Jakarta. Kok bisa? 

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Tak dimungkiri, kota-kota besar di dunia, termasuk Jakarta, selalu menghadapi persoalan pelik, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga banjir.

Namun, untuk mengatasinya, saat ini pemerintah perkotaan bisa mengembangkan kota cerdas (smart city) berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Baca Juga: Nodeflux Sejajarkan Indonesia dengan Amerika

Dalam acara bertema “AI Forestering Greater Good and Beyond” yang digelar Nodeflux di Jakarta, Selasa (30/4), terungkap beberapa manfaat teknologi AI untuk perkotaan.

Perusahaan vision AI pertama dan terbesar di Indonesia itu menyatakan teknologi AI, khususnya Intelligent Video Analytics (IVA), bisa dimanfaatkan untuk sektor pemerintahan, pendidikan, industri, dan lain sebagainya.

Lalu, teknologi Face Recognition berbasis AI-nya mampu mengenali wajah penduduk, bangunan, atau pengunjung ritel. Objek ditangkap menggunakan CCTV.

Ada pula teknologi License Plate Recognition (LPR) yang berfungsi untuk mengenali plat kendaraan bermotor secara otomatis. Dan, masih banyak fungsi-fungsi teknologi AI lainnya.

Baca Juga: Uji Coba 5G, Smartfren Gandeng ZTE

Tetapi, untuk memaksimalkan penggunaannya, dibutuhkan kolaborasi banyak pihak. “Harus ada data-driven policy,” kata Alex Siahaan, Kepala Satuan Pelaksana Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Jakarta Smart City.

Karena adanya keterbatasan kinerja manusia, lanjut Alex, AI dapat membantu mengoptimalkan kinerja yang lebih efisien dan efektif. “Aplikasi AI menjadi kebutuhan yang mendesak dalam penerapan smart city,” tambah Bens Pardamean, Head of NVIDIA Binus AI R&D Center.

Nodeflux membenarkan bahwa untuk memaksimalkan teknologi AI untuk mendukung smart city dibutuhkan kolaborasi.

”Kami percaya, yang perlu diutamakan adalah kolaborasi dan sinergi dari beragam sektor demi bertumbuhnya ekosistem yang berkelanjutan berbasis teknologi AI ini,” ungkap Chief Technology Officer Nodeflux Faris Rahman.

—Vino Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Nodeflux

 

Artikel Asli