batas.id~PONOROGO-Bencana tanah longsor yang menimbulkan korban jiwa di Dukuh Tangkil, Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (1/4/2016) pukul 06.00 Wib, menimbulkan duka yang mendalam. Sampai hari ini, sudah sekitar satu minggu setelah kejadian longsor, tetapi masih ada beberapa warga yang belum ditemukan, yang diduga tertimbun longsoran tanah.

Namun, ada berita mengejutkan bahwa ada beberapa titik retakan dan pergeseran tanah yang diramalkan bakal terjadi tanah longsor yang mengancam Ponorogo, tapi kali ini tidak di Kecamatan Pulung, diperkirakan terjadi di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo.

Pasalnya, ada suara gemuruh yang membuat panik warga masyarakat dan terjadi retakan tanah selebar 30 cm dengan kedalaman sekitar 3 m, dengan ketinggian bukit sekitar 300 m. Hal tersebut mengakibatkan sebanyak 56 KK harus mengungsi.

Dikutip dari beberapa postingan di media sosial, bahaya tanah longsor yang mengancam Kabupaten Ponorogo tersebut terjadi di Desa Dayakan, Kecamatan Badegan.

Postingan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

+62 857-3548-xxxx‬: Suara gemuruh yg terjadi di desa Dayakkan kec badegan kab Ponorogo/  Rabu, (5/04) membuat ratusan warga pada ngungsi. sekitar 56 kk sampai pagi ini warga masih belum berani kembali kerumahnya. kata Kateno kades Desa Dayakan. informasi. tanah retak di desa dayakan sampai hari ini  30 cm, tepatnya di lingkungan salam, dan ketinggihan bukit 300 meter. saat ini keluarga yg terdampak ada 180 kk.

+62 823-3510-xxxx: Informasi terakhir terkait tnah retak di watuagung dayakan semalam peringatan pd level siaga 1.
4 Rt sdh di ungsikan

xxxxxx: Info lanjutan dr dayakan
Rmh sdr.miswan deket lap doro watuagung lebar retakan mncapai 40 cm dan kedalaman 3 meter..
Lokasi pngungsian
1. Sdr.marman Wonodoyo dsn wtuagung
2.  Marjoko watuagung tengah

xxxxxx: Mhn doanya kembali buat saudara saudara kita yg di watuagung dayakan badegan. Sktr 300an mengungsi krn tanah yg mereka tempati retak lbr. Semoga Allah senantiasa bersama kita

Nara sumber sekdes :
Kemaren sore 52 kk sementara di ungsikan.
Himbauan disiarkan melalui pengeras masjid mushola.
Keretakan tanah lebar 1meter  kedalaman sdh 3 meter,  posisi ketinggian 300 meter, posisi jarak kilo meter 3 dr balai desa

Semua berharap tidak akan terjadi lagi bencana alam yang mengakibatkan korban nyawa terjadi di Ponorogo dan kewaspadaaan warga masyarakat harus lebih ditingkatkan lagi karena curah hujan dengan intensitas yang tinggi masih sering terjadi di Ponorogo.

Kami mencoba konfirmasi dengan Kepala Desa dan Sekretaris Desa setempat, namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum bisa dihubungi.

(informasi : dari berbagai sumber)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here