​BATAS.ID~Bekasi-Ujian terberat bagi pengusaha kuliner bakso saat ini bukan pada tingginya harga daging, namun karena isu negatif yang beredar tentang bahan baku bakso.

Tidak di pungkiri, memang ada oknum pengusaha kuliner “nakal”  yang bahan bakunya menggunakan daging lain tetapi menginformasikan kepada konsumen menggunakan daging sapi, menggunakan daging  celeng misalnya, ulah oknum inilah yang berdampak negatif kepada pengusaha baso yang jujur.

Kenakalan oknum ini tentu mengancam keberlangsungan  usaha kecil menengah (UKM) kuliner bakso. Seperti yang dialami oleh Pengusaha bakso asal Wonogiri Taufiq  Widodo, yang merasakan  dampak dari adanya isu bakso dari daging celeng tersebut.

Bahkan usaha Taufiq sempat tutup sebulan lantaran maraknya isu penggunaan daging celeng untuk bahan baku bakso.

“Masyarakat kita sangat rentan pada isu negatif, jadi mereka akan berhenti membeli bakso kalau ada kejadian seperti ini. Padahal itu hanya terjadi pada oknum, tapi akibatnya seperti noda setitik yang merusak susu sebelanga” ungkap Taufiq.

Lanjut Toufiq, Praktek perdagangan bakso celeng ini, di sisi lain, merupakan penghianatan terbesar terhadap umat Muslim yang merupakan mayoritas di Indonesia yang menjunjung tinggi norma halalan thoyiban.

Menurut Taufiq, Berita itu hanya fitnah, tidak benar alias hoax karena Bakso Kumis Permai selalu menyajikan olahan pangan yang higienis, tanpa bahan pengawet, halal dan baik, karena Bakso Kumis Permai selalu menggunakan daging sapi pilihan yang dibeli di UD. Rizky Anugrah di los daging blokH/DS/B54 lantai dua Pasar Baru Bekasi, Usaha dagang milik Haji Adung Zulfikar. Yang bisa di cek keaslian dagingnya.

Toko Daging Sapi, tempat Toufiq membeli daging sapi untuk baso Kumis Permai

Bakso Kumis Permai juga memiliki penggilingan daging sendiri, sehinggga daging yang di olah adalah daging asli dan tanpa campuran daging lain, penggilingan ini juga mengedepankan kebersihan dan higienitas serta menjaga kualitas.

Pada tahun 2015 Bakso Kumis Permai telah lulus uji dari Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) dengan No sertifikat : AS07/LPPOM MUI/VII/2015, selain itu Bakso Kumis Permai telah bersertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, dengan nomor sertifikat No. SH:01161144860715.

Sertifikat Halal Bakso Kumis Permai dari MUI Provinsi Jawa Barat

Sebelumnya, dari sekian banyak warung bakso se- Jabodetabek yang di fasilitasi PT Sinar Sosro, secara kolektif mengurus sertifikat halal, hanya 14 (empat belas) warung bakso yang lolos salah satunya Bakso Kumis Permai.

Selain itu pada tanggal 20 September 2017, Bakso Kumis Permai menjadi pembicara dalam pembekalan para calon pensiunan pegawai PT. Sinar Sosro untuk berwirausaha. Jadi tidak mungkin perusahaan sebesar PT. Sinar Sosro menjadikan Bakso Kumis Permai sebagai pengisi materi jika usahanya tidak bagus dan kredibel.

Toufiq mengatakan,  bahwa Bakso Kumis Permai selalu menjaga mutu, rasa, kwalitas dan kehalalan baksonya, serta berusaha menyajikan yang terbaik kepada para pelanggan.” Kami selalu menjaga mutu baik rasa maupun kehalalannya dan kami juga selalu berusaha memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan Bakso Kumis Permai” ujar Toufiq.

 

 

RUDIANTO