BATAS.ID~Banyumas-Hujan yang mengguyur terus-menerus hampir sepekan ini mengakibatkan sungai- sungai di Banyumas meluap dan berakibat banjir di pemukiman.

Hujan sejak senin malam (16/10/17) mengguyur di wilayah Banyumas Selatan hingga hari Kamis malam (19/10/17) membuat sungai Reja, sungai Gatel, sungai Ijo dan sungai Angin meluap hingga ke pemukiman warga Sumpiuh.

Ketinggalan air di pemukiman sekitar 30-40cm mengenangi jalan yang menghubungkan grumbul Nusapule Desa Nusadadi dengan luar Grumbul.

Tercatat selama 4(empa) hari terakhir banjir masih menggenangi sejumlah wilayah Sumpiuh Banyumas Selatan seperti Grumbul karet kelurahan Sumpiuh, Desa Karang Gedang, Desa Plangkapan kecamatan Tambak dan Desa Nusadadi Banyumas Selatan.

Banjir juga menelan korban jiwa, Murtanom(80) warga RT 06 RW 01 Desa Nusadadi yang diketahui menderita pikun dan menghilang sejak hari senin malam jam 21.30 WIB.

Warga di bantu tim Tagana kecamatan Sumpiuh melakukan pencarian dan pada hari Selasa 17/10/17 jam 09.20 WIB korban di temukan  warga Japari(21) dan Suryanto(24) di empang yang hanya berjarak 20 meter dari rumah korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Kedalaman empang 2,5meter serta genangan di sekitar empang yang cukup tinggi membuat evakuasi korban melibatkan warga,Tim Tagana,RAPI Rescue dan Babinsa Nusadadi.

Penemuan ini ditangani POLSEK Sumpiuh untuk pemeriksaan, setelah dilakukankan pemeriksaan dan tidak ditemukan tanda penganiayaan, maka jenazah Murtanom dikebumikan di Desa Selandaka karena TPU Desa Nusadadi dalam kondisi terrendam banjir.

 Camat Sumpiuh Abdul Kudus beserta KASI Tramtib langsung juga menyempatkan diri melihat banjir di Nusadadi dan melakukan takziyah ke rumah duka.

Tercatat ada 44 KK  terendam air di desa Karang Gedang, 30 KK di desa Plangkapan dan 20 KK di desa Nusadadi  Sumpiuh-Banyumas.

 Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, KALAKSA BPBD Kabupaten Banyumas didampingi oleh TAGANA Kecamatan Sumpiuh menerobos genangan air di jalan – jalan menuju ke Desa Nusadadi dan Desa Karanggedang Kecamatan Sumpiuh. Camat Tambak, Dwi Irawan blusukan langsung ke Grumbul Nusapule, Grumbul Kalisetra Kecamatan Tambak untuk melihat langsung kondisi warha dan banjir di wilyahnya.

Hari itu juga bantuan dari BPBD Kabupaten Banyumas, PUSKESMAS Sumpiuh, PMI Kabupaten Banyumas dan Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto sudah dikirim ke lokasi bencana.

Sampai dengan hari Kamis 19/10/17 banjir belum menunjukan tanda – tanda akan surut, di beberapa lokasi yang sudah disebutkan diatas, genangan air masih berada di jalan–jalan akses keluar masuk pemukiman warga.

Pendistribusian bantuan mulai dilakukan sepanjang siang hingga malam hari yang dilakukan oleh relawan gabungan melalui POSKO Mandiri TAGANA Kecamatan Sumpiuh di Balai Desa Plangkapan, Relawan TAGANA Kabupaten Banyumas, Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, ORARI Lokal Banyumas, BABINSA Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, BABINSA Desa Plangkapan Kecamatan Tambak, Perwakilan Keluarga Besar Mahasiswa UNSOED Purwokerto, RAPI Rescue dan Mahameru Rescue Desa Watuagung, dan Kecamatan Tambak mendistribusikan paket bantuan untuk warga terdampak langsung.

DENIS PRIWANDA