BATAS.ID~Solo – Bara Satu Nusa yang dilepas dari kota Jayapura yang dilepas 2 Februari 2020 kemarin akhirnya sudah sampai di Kota Merauke pada tanggal 16 Februari 2020. Bara Satu Negara ini adalah kegiatan estafet obor (torch relay) yang diperkasai oleh Gerakan Satu Nusantara. Bara Satu Negara ini berkeliling ke seluruh Provinsi yang ada di Indonesia bagian timur.

Puncak dari kegiatan ini sendiri akan ditutup dengan bergabungnya 2 estefet obor lain, yaitu Bara Satu Bangsa yang berkeliling di Indonesia bagian barat dan Bara Satu Bahasa yang berkeliling di bagian tengah Indonesia.

Untuk Bara Satu Bangsa sendiri dilepas di Kota Sabang, Aceh. Sedangkan Bara Satu Bahasa dilepas dari Kota Tarakan di Kalimantan Utara pada tanggal 2 Februari 2020. Ketiga obor ini diperkirakan akan bertemu sekitar bulan Agustus 2020 di Jakarta, di mana memang kegiatan ini bertujuan untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-75.

Ketua Umum Gerakan Satu Nusantara, A. Renard Widarto mengemukakan pada pers bahwa rangkaian kegiatan Bara Satu Nusantara ini bertujuan untuk membarakan semangat persatuan dan kebangsaan seluruh generasi muda dari Sabang hingga Merauke.

“Gerakan Satu Nusantara adalah sebuah gerakan inklusif yang terus berusaha untuk menjangkau generasi muda Indonesia secara luas. Dalam 2 minggu, kegiatan Bara Satu Nusantara telah menjangkau ujung paring barat dan timur Indonesia. Kami berharap gerakan ini dapat terus menjadi sebuah energy positif yang terus membakar semangat persatuan dan kebangsaan generasi mudah kita”, ungkap Rendard.

Pelasan Bara Satu Nusa ini dilakukan di Pintu Luar Batas Negara (PLBN) Sota di Kota Merauke pada hari Minggu (16/2) pukul 16.00 WIT. Kegiatan yang dilakukan pada batas negara antara Indonesia dan Papua Nugini ini diikuti oleh generasi muda di Kota Merauke. Di mana mereka datang dari berbagai latar belakang profesi, suku dan agama. Bara Satu Nusa ini selanjutnya akan diestafetkan ke kota Manokwari di Provinsi Papua Barat.

Kepala Balai Sungai wilayah Merauke, Nimbrot Rumaropen, yang turut hadir dalam acara pelepasan estafer obor ini menyatakan, “Kegiatan estafet Obor Satu Nusa di Kota Merauke ini merupakan kegiatan positif yang menggelorakan kembali semangat kebangsaan dan persatuan sampai ke ujung paling timur Indonesia.”

Lettu Chk Donu Wiebyantoro, yang sudah 4 tahun berdinas menjaga di Perbatasan Merauke juga ikut turut memberikan pernyataan dalam acara pelepasan tersebut. “Kegiatan Bara Satu Nusantara di Merauke ini, membangkitkan semangat dan motivasi kamu untuk terus berjuang dan mengabdi demi bangsa dan negara.”

Gerakan Satu Nusantara sendiri diinisiasi oleh Ikatan Almuni SMA Taruan Nusantara bersama dengan Ikatan Alumni SMA dari berbagai daerah lain yang ada di Indonesia. Di mana lewat kampanye #BedaSatukanKita, gerakan ini berusaha unutk menjadi wadh yang inklusif dan dapat mengajak seluruh generasi muda dari berbagai macam latar belakang untuk membangkitkan dan memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan di Generasi Muda Indonesia.

“Gerakan ini adalah sebuah gerakan inklusif yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara, dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-75 dan HUT SMA Taruna Nusantara ke-30. Dengan mengajak Ikatan Alumni SMA lainnya, komunitas dan generasi muda secara luas di seluruh Indonesia, gerkana ini bertujuan untuk menggelorakan dan memperkuat kembali semangat persatuan dan kebangsaan,” ujar David Ratadhi, Ketua Umum Ikatan Almunni SMA Taruna Nusantara (IKASTARA).

BATAS.ID – Dina Meidiana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here