BATAS.ID~Ponorogo–Kabar terbaru TKW Fadila Rahmatika, TKW asal Ponorogo  yang sempat disiksa majikannya di Singapura dan dibuang di Batam pada awal 2017 lalu, kini telah jauh lebih baik. Fadila atau akrab dipanggil Dila sekarang membantu sang kakek dikebun, karna kondisi fisik yang masih belum sepenuhnya pulih akibat siksaan yang dialami.

Walaupun sudah setahun berlalu Dila masih mengingat semua yang dialaminya. Ditemui Tim Relawan ACP Peduli pada hari ini (31/03/2018) Dila kembali menceritakan secara detail apa yang dialaminya selama bekerja di Singapura.

“Kalau lagi seterika itu sampai mengantuk sekali karna kan tidak tidur, kalau mengepel pun udah dipel di cek lagi sama majikan, kalau memang belum dirasa bersih ya disuruh ngepel lagi.” Tutur Dila.

Dila yang seharusnya mendapatkan gaji sekitar 440$ pun hanya diberi 4$ selama 8 bulan bekerja.

“Saya disuruh ngelap kamar Mandi sampai kering kalau ada yang mandi atau cuci muka. Harus kering itu, dan setiap habis dipakai ya harus di lap lagi, jadi pekerjaan tidak selesai. Ada juga pas lagi mau pakaikan kaus kaki untuk nenek saking capeknya saya ketiduran, pas majikan laki-laki pulang saya langsung dijambak, dipukul, ditendang dan dicekik.” Lanjut Dila.

Faradila dan keluarga bersama relawan acp peduli/dina-batas.id

Dila pun juga tidak bisa tidur karena sang majikan akan selalu menungguinya. Dan selama bekerja Dila tidak dapat makan dengan layak.

Dila juga tidak diberi obat pada saat sakit perut karena tidak bisa buang air besar.

“Saya lagi di kamar mandi itu sampai didobrak pintunya sama majikan perempuan karena dia tidak percaya. Pernah juga dijambak terus diludahi. Pas saya lagi seterika saya ngantuk itu langsung diseret atau dijambak dan disiram air dingin sampai saya menggigil, dan disuruh seterika lagi tanpa ganti baju.” Terang Dila.

Selama menceritakan itu dengan wajah yang seperti menahan tangis. Kini Dila hanya berharap bisa pulih sepenuhnya dan bisa mencari kerja untuk membantu orang tuanya.

 

DINA MEIDIANA| YUSUF SANTOSO