BATAS.ID~JAKARTA– Priceza Indonesia sebagai salah satu pelopor mesin pencari belanja (shopping search engine) dan platform pembanding harga di Indonesia, baru-baru ini menemukan fakta yang menarik mengenai kebiasaan dan daya beli konsumen online selama tahun 2017. Dari pengamatan tersebut terungkap bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang paling populer untuk berbelanja online di Indonesia.

Waktu yang Paling Tepat untuk Menyasar Konsumen Indonesia

Temuan ini didukung dengan kenaikan data jumlah klik sebesar 26%, bila dibandingkan dengan sebulan sebelumnya. Artinya, animo masyarakat Indonesiaterhadap berbagai promo di saat bulan Ramadhan tergolong tinggi dibanding kondisi normal, bahkan paling tinggi dibanding promo lainnya di tahun yang sama. Hal ini dibuktikan juga dengan adanya kenaikan nilai transaksi sebanyak 16%.

Berdasarkan data ini, maka bisa disimpulkan bahwa momen Ramadhan dan Lebaran berhasil menarik minat konsumen untuk melakukan kegiatan online shopping, sekaligus juga meyakinkan mereka untuk melakukan transaksi.

Baca Juga  Dirut Jembar Teknik Mengakhiri Masa Lajangnya

Dari fakta ini bisa juga kita simpulkan, bahwa fenomena pada konteks e-commerce selaras dengan apa yang terjadi di pasar konvensional, di mana omzet pedagang bisa naik berkali-kali lipat ketika menjelang Lebaran.

Jangka waktu Ramadhan memberikan keuntungan bagi e-commerce

Lamanya waktu Ramadhan menjadikan bulan ini lebih spesial dibandingkan bulan-bulan lainnya, terutama dalam menentukan metode atraksi promo apa saja yang bisa dilakukan untuk menghasilkan konversi, dan transaksi. Momen ini lah yang dimanfaatkan oleh pelaku e-commerce.

Menurut Bayu Irawan, Co-founder & Country Head Priceza Indonesia, bahwa salah satu penyebab utama dari temuan ini adalah jeda waktu atau periode ketika mengusung program. Jarak yang cukup lama selama momen Ramadhan hingga menuju puncaknya di hari Lebaran, menghasilkan ledakan transaksi yang signifikan.

Baca Juga  Strategi Mendongkrak Penjualan Selama Ramadhan

“Dari tahun 2017 ini kita bisa belajar bahwa bulan Ramadhan secara tradisional masih tetap akan menjadi bulan yang efektif dalam mengusung program promosi bagi para pelaku e-commerce”, sambung Bayu.

Pada dasarnya, suatu penawaran harus mengundang ketertarikan (atraksi) dan kesadaran dari pasar. Dengan itu, maka jumlah pengunjung akan meningkat dengan sendirinya dan tentu berdampak pada ‘jumlah klik’ yang terjadi. Periode waktu selama kurang lebih 30 hari tersebut memberikan keleluasaan dalam hal ini.

Atraksi adalah seberapa menarik program promosi yang dilakukan. Bisa berupa desain program, periode waktu, tema yang pas, serta lainnya. Namun atraksi baru setengah jalan karena proses tidak berhenti di sana.

Pengunjung akan memasuki proses untuk berubah (konversi) menjadi melakukan ‘transaksi’. Pada fase ini, pelaku e-commerce bisa berperan dengan menciptakan deskripsi atau gambaran produk yang relevan, program promosi menarik seperti diskon atraktif ataupun gratis ongkos kirim misalnya.

Baca Juga  Rahasia Penambahan Rejeki

Selama bulan Ramadhan, konsumen Indonesiacenderung menghabiskan waktu online-nya untuk berbelanja. Data Priceza Indonesia menunjukkan bahwa tiga kategori terpopuler selama bulan ini, adalah produk-produk fashion, elektronik dan smartphone.

Objektif dari melakukan promo selama bulan Ramadhan ini adalah mempertahankan selera belanja pengunjung usai masuk ke toko dan mendorong mereka untuk melakukan transaksi. Dalam kasus ini, nampak bahwa atraksi terhadap program Ramadhan menjelang Lebaran cukup tinggi.

Berdasarkan pada data yang didapatkan, maka sudah hampir dapat dipastikan bahwa daya beli konsumen Indonesia untuk bulan Ramadhan di tahun 2018 ini tidak akan banyak berubah. Malah diprediskikan akan meningkat angkanya.