BATAS.ID~Jakarta–Insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid berbuntut panjang dan menyulut kemarahan umat islam di seluruh negeri.

Vedio pembakaran tersebut viral di media sosial dan menjadi perbincangan di mana-mana, dan banyak pihak yang mengecam dan menyayangkan perbuatan oknum banser tersebut.

KH. Maryadi Hasan, Pengasuh Majelis Ma’arif Nur Sa’diah Kelapa Gading menyayangkan tindakan oknum anggota banser tersebut.

“Kasus di Garut,Limbangan ada oknum banser yang membakar bendera kalimat tauhid, kalimat dasar,nilai-nilai pondasi iman islam, amat disayangkan oknum langsung menindak dan membakar bendera tersebut” beber KH. Maryadi Hasan.

Lebih lanjut, KH. Maryadi Hasan,saat ditemui di Majelis Ma’arif Nur Sa’diah mengatakan seandainya itu bendera HTI yang diyakini oleh oknum banser itu, alangkah baik diamankan tidak dibakar apalagi itu di hari besar santri.

Baca Juga  Idrus: Setya Novanto Tak Mundur dari Ketum Golkar dan Ketua DPR

“Seandainya bendera itu diamankan in sha allah tidak ada letupan kejadian, walaupun itu bendera HTI ataupun bukan yang ada tulisan tauhidnya wajib di jaga apalagi jangan sampai di bakar di depan unum” jelasnya.

Kasus ini sangat parah, parah sekali, lanjut dia, bukan sekali ini saja oknum banser memberikan letupan, padahal mereka meyakini harus menjaga NKRI tapi kenyataannya mereka jauh untuk menjaga NKRI.

Sejauh ini pihaknya masih mempercayakan kasus ini kepada pihak kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini hingga selesai.

“Mudah-mudahan dari keadilan penegak hukum bisa mereda gejolak di bawah” Pungkas KH. Maryadi Hasan

Terkait kasus ini, LBH Street Lawyer sudah mempolisikan oknum banser pelaku pembakaran bendera dan Yaqut Qoulil Qoumas Ketua GP Ansor yang membawahi Banser.
Kuasa hukum LBH Street Lawyer, Sumadi Atmadja menjelaskan, alasan melaporkan Yaqut karena sebagai ketua yang membawahi Banser bertanggung jawab akan anggotanya yang melakukan pembakaran bendera tauhid.

Ini bukan sekali saja, ini ada rentetan yang terus terjadi contohnya saja waktu acara ustaz Abdul Somad yang di Jawa Tengah sampai batal hanya karena di Banser ini tidak mau ada topi yang bertulisan tauhid disangka itu HTI,” kata Sumadi seperti di kutip dari viva.co.id.

Baca Juga  Bentuk Pengurus DPP, M.Z.Arifin : Mempercepat Pelaksanaan Tugas dan Hindari Sungkan

NRP