Berapa Kandungan Lokal Ponsel Vivo di Indonesia?

Jakarta, TechnoBusiness ID ● Pemerintah mewajibkan setiap perangkat ponsel pintar (smartphone) global yang dipasarkan di Tanah Air menggunakan komponen dalam negeri minimal sebesar 30%.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 65 Tahun 2016 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Produk Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet.

Baca Juga: Menilik Pabrik Ponsel Pintar Vivo di Cikupa, Tangerang

Dalam aturan itu disebutkan juga bahwa para pemasar harus memenuhi aturan TKDN tersebut mulai 1 Januari 2017. Untuk itu, hampir semua vendor ponsel ramai-ramai membuka pabrik perakitan di Indonesia, tidak terkecuali Vivo Mobile Communications Co. asal China.

Baca Juga  Tingkat Kecurangan di Industri Ride-Hailing Tinggi?

Lantas, berapa TKDN yang dimiliki produk-produk Vivo? Dalam penjelasan Vivo yang diterima TechnoBusiness Indonesia pada Kamis (23/8), model ponsel pintar terbaru Vivo V11 mengandung TKDN sebanyak 30,98% atau melebihi dari ketentuan yang sebesar 30%.

“Kami telah mendaftarkan V11 Pro untuk sertfikasi TKDN dengan tipe seri Vivo 1804 per tanggal 31 Juli 2018 dengan nomor referensi 18100150,” kata Edy Kusuma, General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia. “Dukungan basis produksi kami di Cikupa dan mitra Vivo tentu saja berkontribusi besar dalam pemenuhan TKDN V11 Pro ini.”

Baca Juga: Rahasia Huawei Pertahankan Pasar Ponsel Global

Kementerian Perindustrian telah mengelurkan sertifikat TKDN No. 511/ILMATE/TKDN/7/2018 untuk tipe Vivo 1804 per tanggal 31 Juli 2018. Dengan begitu, Vivo V11 Pro telah memenuhi standar sebagai perangkat berbasis jaringan 4G LTE.

Baca Juga  Schindler Dapat Kontrak dari Empat Properti CT Corp

Vivo V11 Pro hadir ke pasar Indonesia bukan hanya berbekal desain yang futuristik, bezel yang semakin tipis, melainkan juga menawarkan performa, kualitas kamera, dan keamanan. “Tentu kami berusaha melakukan peningkatan dari seri sebelumnya,” ungkap Jason Fanjaya, Product Manager Vivo Indonesia.

—Anwar Ibrahim, TechnoBusiness ID ● Foto: Vivo Indonesia

 

Artikel Asli