batas.id ~ TANGERANG~. Seorang pemuda bernama Watimin (34) asal Kroya Cilacap rela berjalan kaki keliling indonesia dengan harapan bisa bertemu dengan presiden indonesia Joko Widodo.

Harapan itu disampaikan Watimin kepada batas.id saat melintas di jl.Raya serang Km.14 Cikupa, Tangerang. Ketika itu, watimin sedang melakulan perjalanan menuju Jakarta setelah sebelumnya menempuh perjalanan dari pulau sumatera.

Selain harapannya bertemu presiden, Watimin juga masih memiliki Target untuk bisa berjalan kaki menuju Jaya pura, Irian Jaya.

Pada awalnya, pemuda cilacap ini mengawali niat berjalan kaki semenjak ibunya sembuh dari penyakit kanker kepala yang dideritanya sudah lama. Pada doa untuk kesembuhan ibunya, Watimin bernadzar, jika ibunya sembuh dari penyakitnya maka dia akan melakukan perjalanan dari Cilacap menuju Monas Jakarta.

Tuhan mengabulkan permintaanya, ibunya bisa sembuh setelah berobat di rumah sakit. Biaya pengobatan selama dirumah sakit didapatkan dari berbagai sumber, ada yang dari sumbangan pribadi maupun bantuan dari instansi pemerintah.

Baca Juga  Pestisida Mahal, Petani Membuat Pestisida Nabati

Setelah ibunya sembuh, Watimin pun melaksanakan nadzarnya. Dia berjalan kaki dari Cilacap menuju Jakarta pada pertengahan tahun 2016.

Dalam perjalanannya, seiring rasa syukur akan kesembuhan ibunya, pemuda ini lantas tergugah semangat nasionalismenya. Bahwasanya dengan bantuan orang orang, ibunya bisa terobati. Dia semakin cinta Indonesia yang didalamya terdapat orang orang dengan penuh rasa kasih sayang.

Nadzarnya pun terlaksana, setelah menempuh perjalanan kaki berhari hari sampailah di jakarta. Dalam renungan syukurnya, Watimin kembali berujar, karena cintanya  terhadap Indonesia yang terdapat banyak rasa kasih sayang, maka dia akan berjalan kaki keliling Indonesia sebagai wujud cintanya terhadap NKRI.

Watimin tampak dari belakang ketika melintas di jl.Raya serang , Cikupa Tangerang /Foto : Edy sw @batas.id

Dengan persiapan matang, serta masukan dari orang orang sekitar, Watimin akan melanjutkan misinya yang kedua dengan keliling Indonesia setelah sebelumnya sukses melakukan jalan kaki dari Cilacap ke Jakarta dan kembali lagi ke Cilacap.

Baca Juga  Mengapa Bill Gate Bisa  Menjadi Orang Terkaya 

Sebelum melaksanakan misi keduanya, Watimin membekali dirinya dengan membawa surat pengantar dari pemerintah kabupaten Cilacap yang ditandatangani oleh berbagai instansi pemerintahan seperri Camat, Polsek, Desa dan Koramil. Selain surat pengantar, dia juga memeriksakan kesehatanya di dinas kesehatan Kab. Cilacap UPTD Puskesmas kroya. Dalam surat keterangan yang ditandatangani dr. Sutarti pada tanggal 27/04/2017 menyatakan bahwa dirinya dalam kondisi sehat.

Surat pengantar dari instansi pemerintah kab. Cilacap / Foto : Edy sw @batas.id

Setelah persiapan sudah matang, Watimin memulai aksi jalan kaki keliling indonesia. Ciri khusus yang dapat dikenali ketika bertemu dengan Watimin adalah selalu membawa tas ransel, bendera merah putih yang diberi tiang pendek dan ditali pada tas ranselnya,  membawa tongkat yang diberi bendera merah putih, memakai peci, dan hanya menggunakan sendal jepit sebagai alas kaki.

Ketika batas.id menanyakan kenapa tidak memakai sepatu untuk perjalanannya, watimin menjawab dengan logat bahasa khas Cilacapnya ” Berat mas, panas, malah lecet kalau pakai sepatu,  pakai sendal jepit enteng”.

Baca Juga  Donor Darah Putra Putri Petanjungan

Ceritanya pun berlanjut ketika terkadang diteriaki orang stres oleh pemuda pemuda tanggung. Bukan marah, teriakan itu malah membuat semangatnya berkobar untuk menunjukkan bahwa memang benar dia cinta NKRI.

Saat sedang bertemu dengan batas.id pada selasa (25/07/2017) Watimin akan menuju bandara untuk melanjutkan perjalanannya menuju Makasar.

Dalam pesan yang terkandung dari ceritanya selama melakukan perjalanan adalah bahwa pemuda Indonesia harus mencintai Indonesianya, mencintai NKRI nya, mencintai pancasilanya dan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia kuat oleh para pemuda dan generasi penerus yang mencintai bangsanya.

Setelah berbincang beberapa saat sambil istirahat diwarung kopi, Watimin kembali akan melanjutkan perjalanannya. Sebelum melangkahkan kaki, pemuda yang sedang memakai kaos paguyuban orang ngapak ini mengepalkan Tangan kanan dan mengangkatnya kedada sambil berucap “Indonesia Jaya”

( ESW )