Bitcoin Investment Trust akan Lakukan Stock Split Saham
  • Setiap 1 saham GBTC akan mendapatkan 90 saham tambahan per 26 Januari nanti.
  • Tapi, tidak diketahui apakah berefek positif terhadap harga Bitcoin selama proses pemecahan.

 

New York, TechnoBusiness ● Grayscale Investment LLC, anak perusahaan Digital Currency Group Inc. yang berbasis di New York City, Amerika Serikat, sponsor Bitcoin Invesment Trust (OTCQX: GBTC) (Trust), pada 26 Januari 2018 akan melakukan pemecahan saham (stock split) menjadi 91 per 1 saham yang diterbitkan dan beredar.

 

 

Untuk itu, pemegang saham yang tercatat pada 22 Januari akan menerima 90 saham tambahan dari setiap saham Trust yang dipegangnya. Setelah dipecah, saham Trust akan dikutip di OTCQX dengan simbol GBTC.

Baca Juga  Wow, Terbang dari Jakarta ke Thailand Hanya Rp500.000-an

Berdasarkan data per 11 Januari 2018, ada sebanyak 1.916.600 saham Trust yang diterbitkan dan beredar. Jumlah saham tersebut akan bertambah menjadi 174.410.600 saham pasca pemecahannya. Trust bisa saja menerbitkan saham baru di luar jumlah itu setelah proses ini selesai.

“Pemegang saham tidak diharuskan mengambil tindakan apa pun untuk menerima saham sehubungan dengan pemecahan saham dan mereka tidak akan diminta untuk menyerahkan atau menukarkan saham mereka di Trust. Agen transfer akan secara otomatis menerbitkan saham baru dalam stock split,” demikian penjelasan resmi Grayscale.

Agen transfer saham Trust yang dimaksud adalah Continental Stock Transfer & Trust Company yang juga berkantor di New York. Namun, atas aksi korporasi itu, sulit diketahui apakah selama pemecahan saham Trust tersebut berefek positif terhadap harga Bitcoin atau tidak.

Baca Juga  Kerennya EV Hive City, “Coworking Space” Terbesar se-Asia Tenggara

Selain mensponsori Bitcoin Investment Trust, Grayscale juga melakukan hal serupa untuk Ethereum Classic Investment dan Zcash Investment Trust. Pada Rabu (17/11) kemarin, harga Bitcoin, Ethereum, dan Zcash turut anjlok hampir separuh dari hari sebelumnya setelah pemerintah China melarang secara keseluruhan transaksi koin digital.●

Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Shutterstock, Awesome Penny Stocks, Investor’s   

 

Artikel Asli