BATAS.ID~Wonogiri–Pergerakan tanah yang terjadi sejak 24 Januari lalu di  Dusun Doman Desa Hargorejo Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri, menjadi perhatian  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemerintah, Pemerintah Kecamatan Tirtomoyo bersama BPBD, Camat Tirtomoyo dan Kepala Desa setempat serta Relawan FPRB melakukan pemantauan dan pengecekan di lokasi pada Senin 26 Pebruari 2018.

Menurut warga, awal pergerakan tanah di ketahui pada tanggal 24 Januari 2018, berawal dari curah hujan yang cukup tinggi dan secara perlahan pada tanggal tanggal 3 dan 8 Februari 2018 terjadi peningkatan jumlah rekahan serta beberapa longsoran skala kecil sampai menengah.

Hasil pemantauan dan pengecekan terlihat beberapa batang pohon kondisi sekarang mengalami roboh/miring serta peningkatan jumlah rekahan semakin bertambah.

Baca Juga  Suami Bakar Istri karena Melihat Bekas Ciuman di Dada

 Lebar rekahan mencapai  antara 10 cm sampai 20 cm

Dibeberapa lokasi terjadi juga penurunan tanah, dan sumber air didalam tanah yang mengalir dengan kondisi berlumpur.

Dampak dari kejadian tersebut 2 rumah bangunan warga masyarakat terpaksa dibongkar dan akses jalan di beberpa titik juga mengalami longsor, serta  menyebabkan 10 kepala kuarga dan  30 jiwa terancam kehilangan tempat tinggal.

Dari hasil pengecekan lokasi pergerakan tanah volume keretakan sepanjang sekitar 600 m melingkar membentuk tapal kuda sedangkan penurunan tanah sekitar lokasi puncak rekahan sekitar 60 – 80 cm.

Melihat kondisi hasil pantauan dan pengecekan dilapangan BPBD mengimbau warga melalui Kepala Desa bahwa di wilayah tersebut agar tidak dipergunakan untuk beraktifitas, sementara warga agar segera di evakuasi ketempat yang aman mengingat kondisi cuaca di Kabupaten Wonogiri masih sering terjadi hujan.

Baca Juga  Dana proyek Wonogiri Jalan Alternatif Rp 4,7 Milyar siap dilelang

Upaya penanganan mengurangi bahaya pergerakan tanah tersebut di lakukan penutupan semua  rekahan serta pengalihan aliran air agar tidak mengalir di sela sela rekahan.
RUDIANTO