BATAS. ID~Jakarta-Upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengembalikan fungsi trotoar melalui bulan tertib trotoar yang di canangkan mulai awal Agustus lalu tidak memberikan dampak siknifikan terhadap fungsi trotoar.

Meski Pemprov DKI gencar melakukan razia PKL, namun masih banyak pedagang yang membandel dan masih menggelar dagangannya di trotoar, di beberapa lokasi trotoar masih digunakan oleh pedagang kaki lima dan untuk parkir kendaraan.

Trotoar di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Putih juga masih tampak banyak pedangan yang mengunakan trotoar untuk beragang di beberapa titik digunakan untuk tempat parkir motor, bukan di sini saja, hampir di seluruh wilayah DKI masih banyak yang abai dengan fungsi trotoar.

Baca Juga  Jembatan Neo Soho Mall, tempat "Selfie" ngehits terbaru di Jakarta.

Trotoar hak siapa ? sudah jelas Peraturan dasar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan jalan dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan.  Dalam Pasal 106 ayat (2) UU 22/2009, dikatakan bahwa pengemudi kendaraan bermotor wajib mengutamakan keselamatan pejalan kaki. Sedangkan di PP 34 Tahun 2006, pelarangan penggunaan trotoar disebutkan dalam Pasal 34 ayat (4) yang mengatakan bahwa trotoar hanya diperuntukkan bagi lalu lintas pejalan kaki, jadi jelas trotoar hak pejalan kaki.

Menurut beberapa orang yang kami temui, saat melintasi trotoar dengan motor,mereka tidak merasa bersalah dan menganggap hal ini bukan pelanggaran.” kan sudah biasa kaya gini (naik trotoar) jalanan padat, banyak yang lewat sini trus gak ada larangan kan lewat sini” katanya. Pengenara lain mengatakan, tidak tegasnya sangsi yang diberikan sehingga mereka tidak jera untuk melalui trotoar.” iya kadang kadang aja lewat trotoar, lihat situasi juga,paling yang jalan minggir gak ada polisi juga, kalo ada juga palig cuma di suruh ke jalan lagi gak di hukum” kata pengenara yang tidak mau di sebutkan namanya.

Baca Juga  Nama Simpang Semanggi, Djarot: Ada yang Usul Simpang Badja

 

 

 

NRP