Kampus STIP cilincing, jakarta utara/foto : stipjakarta.ac.id ©batas.id

batas.id~JAKARTA-Peristiwa tewasnya seorang taruna tingkat I diduga karena dianiaya oleh taruna seniornya yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, berbuntut panjang bahkan ada sekitar 25 orang terancam dimutasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang taruna tingkat I bernama Amirulloh Adityas Putra (18), warga RT.07/RW.14 Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, tewas setelah dianiaya taruna seniornya. Pihak penyidik Polres Jakarta Utara menetapkan lima senior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Cilincing, Jakarta Utara, sebagai tersangka yang menewaskan taruna Amirulloh Adityas Putra, kelima tersangka tersebut berinisial SM, WH, IS, AR, dan JK.

Dilansir dari koran Jawa Pos hari ini, Ketua STIP Kapten Arifin Soenardjo memberikan keterangan pada Minggu (15/1/2017) bahwa ada sekitar 25 orang bakal dimutasi, yang terdiri dari pengawas, penjaga malam, pembina, anggota marinir, polisi hingga struktural Kanit Bintaranya.

Baca Juga  Kebakaran Pabrik Kayu di Cilincing 

“Kami mutasikan dan evaluasi semua pejabat atau sejumlah pihak yang ada saat kejadian penganiayaan itu,” kata Ketua STIP.

“Semua orang itulah yang ada dan bertugas saat kejadian, kok bisa kecolongan? Ini yang kami dalami,” tambahnya lagi.

Peristiwa penganiayaan kepada Amirulloh dan sesama taruna junior tingkat I oleh para pelaku, dilakukan Selasa (10/1/2017) sekitar pukul 20.30 WIB, di Kamar M 205 lantai 2 Gedung Dormitory Ring 4 STIP, Jalan Marunda Makmur, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Keesokan harinya, korban diketahui meninggal dan diperiksa oleh Dokter STIP pada Rabu (11/1/2017) sekitar pukul 00.15 WIB hingga pukul 01.45 WIB, kemudian baru dilaporkan kepada Polisi sekitar pukul 02.00 WIB. (gw/jawa pos)