ilustrasi oleh bantenpos.co

batas.id~MADURAKasus perkara dugaan korupsi di Bangkalan, Madura, memasuki babak baru, pada hari Senin (5/9) kemarin, berkas perkara dugaan korupsi pemotongan dana desa di Kecamatan Tanjung Bumi telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri. Hal itu dikatakan oleh Kepala Kepolisian Resort Bangkalan, Jawa Timur, Ajun Komisaris Besar Anisullah M Ridha seperti dilansir di nasional.tempo.co.

proses pembangunan
ilustrasi : kegiatan pembangunan

Dalam keterangannya kepada pers, Anis (sapaan akrab AKB Anisullah M Ridha) menjelaskan, bahwa pelimpahan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui pendapat kejaksaan apakah berkas tersebut sudah lengkap atau belum. Sehingga pelimpahan berkas perkara tersebut tidak dibarengi dengan panyerahan para tersangka. “Kalau kemudian jaksa bilang P21 (berkas perkara sudah lengkap), maka para tersangka ini akan kami serahkan kepada jaksa,” katanya.

Baca Juga  Pagelaran Wayang 11 Dalang 111 Sinden pada Dies Natalis UNS 2017

Pada kesempatan itu, Anis juga menuturkan bahwa belum ada tersangka baru dalam kasus perkara dugaan korupsi pemotongan dana desa di Bangkalan tersebut meskipun penyidik telah memeriksa belasan orang saksi termasuk Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Bangkalan, Ismet Efendi, “Tersangka masih MP dan JB,” tuturnya.

MP adalah Mohammad Pahri, staf Kecamatan Tanjung Bumi, sedangkan JB adalah Joko Budiono, Camat Tanjung Bumi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Joko Budiono (57), yang merupakan Camat Kecamatan Tanjung Bumi ditangkap penyidik unit Tindak Pidana Korupsi, Satuan Reserse Kriminal, Polres Bangkalan, ditangkap karena diduga ikut menikmati pemotongan dana desa yang dilakukan dilakukan bawahannya yang bernama Mohammad Pahri.

Baca Juga  Akademi Berbagi VII 2017 APITU Indonesia di Gelar di Batam

Joko ditangkap saat sedang mengendarai mobil dinasnya di Jalan Raya Junok, Kecamatan Burneh, Kamis petang 21 Agustus lalu. Saat mobil digeledah, polisi menemukan uang tunai Rp 83 juta diduga pemberian tersangka Pahri. Mobilnya pun dijadikan barang bukti karena di dalam mobil itulah, Pahri memberikan uang tersebut kepada Joko, dua hari sebelum penangkapan.

Selain itu, Anis juga mengatakan, sejauh ini dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka Joko Budiono, tersangka mengaku uang tunai Rp. 83 juta yang ditemukan dalam mobilnya adalah pemberian tersangka Pahri untuk dirinya. “Dia mengaku baru pertama kali kebagian dana desa itu,” ujarnya. (gw)