Pelaku penembakan dan catatan kecil/ foto oleh Google

BATAS.ID~ Penembakan brutal itu setidaknya menewaskan 59 orang  dan 500 orang lainnya  luka-luka,ketika seseorang menembaki kerumunan orang di sebuah konser yang digelar di Las Vegas , Nevada, Amerika Serikat Ahad 01/10/17 malam waktu setempat, yang kemudian diketahui pelaku adalah Stephen Paddock, seorang pria kulit putih berusia 64th warga negara Amerika.

Stephen Paddock, pelaku penembakan yang sempat di klaim sebagai anggota ISIS dan seorang mualaf ini, ternyata memiliki banyak senjata yang di simpan dikediamanya dan di kamar hotel lokasi penembakan, pria yang oleh berbagai media, termasuk CNN dan KOMPAS disebut-sebut seorang muallaf, meninggalkan 2 catatan kecil yang mematahkan sebutan tersebut.

Catatan pertama bertuliskan: “Jesus Christ you so much, he died for you have faith in him like he does you. Repent and be saved”.

Baca Juga  3 Mobil 5 Motor di Sita KPK dari Posko Kemenangan Masitha-Amir

Catatan kedua bertuliskan; “It’s no accident you reading this. I have very little time to tell you”.

Terkait klaim bahwa Stephen Paddock adalah seorang muallaf, Shiraz Maher, wakil direktur Pusat Internasional untuk Studi Radikalisasi dan Kekerasan Politik (ICSR), mengatakan,

“Jika dia muallaf, pasti ada orang yang tahu. Jika memang benar dia terkait dengan ISIS, pasti orang ini memiliki semacam kontak, atau sinyal elektronik yang akan digali oleh pihak berwenang dalam beberapa hari mendatang,” tuturnya kepada The Independent, 2 Oktober 2017.

 

 

NRP