BATAS.ID~Jakarta–Era moderen seperti saat ini, berbagai kemudahan dalam berhutang ditawarkan, banyak lembaga keuangan dan perbankkan memberikan penawaran kepada calon konsumen dengan berbagai iming -iming dan kemudahan. Namun kemudahan tersebut tidak diimbangi dengan kemudahan dalam pengelolaan hutang, nah, supaya kita tidak terjerumus dalam jeratan hutang, berikut berbagai cara pengelolaan hutang yang di tulis oleh Konsultan Keuangan Keluarga, Motivator, dan Penulis buku tentang solusi financial, Edi Susanto, berikut ilmu dari sang empu untuk anda.

 CERDAS BERUTANG!

Jerat Utang Semakin Kuat! Saat ini tersedia berbagai macam kemudahan pembayaran untuk mendapatkan aneka produk dan jasa untuk memuaskan keinginan. Rumah, mobil, motor, furniture, elektronik, perhiasan, biaya sekolah dan masih banyak lainnya bisa dikredit. Di sisi lain, banyak orang yang ingin pamer atau menciptakan kesan kaya melalui barang-barang mahal yang dibeli dengan menggunakan uang yang tidak dimilkinya alias berutang. Itu semua menjadikan jerat utang semakin kuat mengikat. 

Perlu adanya upaya untuk mengerem hasrat berutang Anda di satu sisi dan bagaimana cara mendapatkan serta menggunakan utang secara cerdas di sisi lain. Dalam tulisan ini, saya akan mencoba memberikan jawabannya.

Mengapa keinginan berutang perlu direm atau ditahan? Sebab utang itu seperti narkoba. Ia menjerat, membuat si pengutang mengalami kenikmatan untuk terus berutang sampai akhirnya mati terkubur gunungan utangnya sendiri. Sebuah kenikmatan semu. Enak sebentar di awal, lalu sengsara pada di akhirnya.

Meski banyak orang telah menyadari tentang bahayanya utang konsumtif, namun masih banyak yang terjerat utang, terutama di daerah perkotaan. Tidak percaya? Mari kita periksa. Jangan-jangan Anda sendiri juga salah satu korban utang. Chek, apakah rumah yang Anda tinggali dibayar cash atau dengan KPR (Kredit Pemilkan Rumah). Demikian pula mobil yang Anda kendarai, dibeli dengan tunai atau melalui KPM (Kredit Pembiayaan Mobil) atau leasing?. Dana pendidikan anak Anda, dibiayai dengan tabungan atau kredit multiguna?

Apa dampaknya, jika kebutuhan konsumsi kita dipenuhi dari utang, pinjaman atau kredit? Mari kita ambil contoh. Misalnya Anda mengajukan KPR ke Bank dan disetujui dengan kewajiban membayar Bunga 1% perbulan dengan tempo pembayaran 10 tahun. Ini artinya dalam 1 tahun Anda membayar bunga sebesar : 1% x 12 = 12%. Selama 10 tahun Anda membayar bunga sebesar: 12% x 10 = 120 %. Ini artinya dalam waktu 10 tahun Anda telah membeli 2 rumah, yang satu Anda tempati, yang satunya Anda berikan kepada Bank yang telah memberikan pinjaman kepada Anda. Kok bisa? Lihat saja bunga yang Anda bayarkan selama 10 tahun (120%) sudah lebih besar dari pokok pinjaman Anda.

Namun, tidak bijak juga menyalahkan lembaga perbankan atau pembiayaan (leasing) yang sering menawarkan kredit dalam bentuk kartu kredit, pinjaman, pembiayaan dan aneka bentuk kredit lainnya kepada Anda. Salah Andalah dalam menggunakan fasilitas kredit tersebut. Lalu, bagaimana menggunakan dana kredit atau pinjaman dengan cerdas?  Berikut ini jawabannya.
Cerdas Menggunakan Utang

Bagaimana menggunakan utang KPR, KPM, kredit multiguna dengan cerdas? Artinya, Anda mampu melunasi utang tersebut dan masih mendapatkan penghasilan ekstra dari utang tersebut? Berikut ini kupasannya!

Menggunakan KPR dengan Cerdas

Jika Anda mengajukan KPR ke Bank, maka: Sewakan rumah tersebut bisa Anda tempati dengan syarat: 

Koskan/sewakan sebagian kamar.Gunakan sebagian ruang untuk tempat usaha

Mengapa demikian?

Agar cicilan + bunga yang membayarnya bukan Anda, tapi: Si penyewa rumah atau anak kos.

Usaha/bisnis Anda menggunakan KPM dengan cerdas, jika Anda mengajukan KPM ke Bank atau leasing, maka: 

Gunakan mobil untuk operasional bisnis, Mobil bisa Anda pakai sambil direntalkan

Mengapa?

Agar bukan Anda yang membayari cicilan + bunganya, tapi: Bisnis Anda Si penyewa mobil Anda.

Menggunakan Kredit Multiguna dengan cerdas, jika Anda mengambil kredit multiguna, jangan gunakan untuk:

Merenovasi rumah tempat tinggal,mengganti kendaraan (mobil) yang lebih mewah/mahal

Mengapa?

Andalah yang akan membayari cicilan + bunganya sampai lunas.

Sebaliknya, gunakan untuk :

Modal usaha atau pengembangan bisnis, Membeli ruko atau rukan untuk disewakan

Membeli bisnis waralaba (franchise)

Mengapa?

Agar bukan Anda yang membayari cicilan + bunganya, tapi bisnis Anda, si penyewa properti, bisnis yang Anda beli.

Mencari Pengganti Utang
Saya harap Anda sekarang sudah cerdas dalam menggunakan utang. Namun, ingat ini baik-baik! Meski berutang untuk hal yang produktif seperti untuk bisnis dan investasi, Anda harus benar-benar cermat melakukan penghitungan agar :

Profit bisnis harus lebih besar dari cicilan utang + bunganya

Pendapatan sewa lebih besar dari cicilan utang + bunganya

Jika Anda belum mampu menciptakan dua kondisi di atas, lebih baik Anda harus kreatif untuk menemukan cara alternatif untuk menggantikan utang. 

Pengganti utang itu banyak sekali, diantaranya:

Investor

Temukan orang berduit yang tertarik dengan bisnis Anda. Presentasikan kepadanya tentang prospek bisnis Anda, dan keuntungan yang didapatkan jika ia mau menginvestasikan uangnya ke bisnis Anda.

Partner bisnis

Cari orang yang bersedia bekerjasama dengan Anda. Yaitu mereka yang bersedia untuk menyediakan tempat, uang, keahlian atau hal lainnya yang dibutuhkan untuk keberhasilan bisnis Anda. Buatlah sistem bagi hasil (share profit) yang win win solution dengan dengan partner bisnis Anda.

Bayar di muka
Anda juga bisa menambah modal atau memperlancar cahflow bisnis dengan meminta customer untuk membayar di muka atas produk atau jasa Anda. Uang tunai yang Anda terima dimuka bisa digunakan untuk membeli bahan baku atau membiayai operasional bisnis Anda. Sedangkan sisanya yang dibayar setelah produk/jasa diterima customer bisa masuk tabungan Anda atau modal pengembangan bisnis.

Profit usaha

Alternatif pengganti utang ke-4 adalah dengan menggunakan profit usaha yang tidak digunakan. Artinya, dalam kurun waktu tertentu (1-5 tahun) Anda tidak menggunakan profit bisnis untuk dikonsumsi melainkan dikumpulkan untuk modal pengembangan usaha: buka cabang atau membuka divisi baru.

Semoga Anda mampu menggunakan utang dengan tepat sebagai penggemuk pendapatan Anda bukan sebaliknya sebagai pelangsing pendapatan.
Salam Powerful,

Edi Susanto

Konsultan Keuangan Keluarga