Usai perayaan tahun baru sampah berserakan dimana-mana/foto: edy s ©batas.id

batas.id~TANGERANG-Pergantian tahun baru oleh sebagian masyarakat dunia disambut dengan berbagai acara. Di Indonesia sendiri, acara yang paling umum dalam menyambut tahun baru adalah dengan mengadakan pesta kembang api. Selain orang dewasa, percikan yang dihasilkan kembang api ternyata juga mampu membuat anak-anak terhibur.

Di Kabupaten Tangerang, pusat penyambutan tahun baru 2017 dilaksanakan diperumahan Citra Raya Cikupa Tangerang. Berbagai lapisan masyarakat tumpah ruah dilokasi ini. Jelang pukul 00.00 WIB, kembang api mulai menghiasi udara sampai kurang lebih lima belas menit, sahutan antar satu kembang api dengan kembang api yang lain terjadi.

Kembang api yang dibakar menyebabkan banyak sampah/foto: edy s ©batas.id
Kembang api yang dibakar menyebabkan banyak sampah/foto: edy s ©batas.id

Tradisi perayaan malam tahun baru ternyata secara tidak langsung membawa rezeki tersendiri bagi pedagang musiman. Pedagang kembang api dan terompet menghiasi sepanjang jalan dari depan gerbang sampai sudut sudut gang yang ada di Citra Raya.

Baca Juga  KOLING “Kopi Keliling”

Ada pemandangan yang berbeda tiap malam pergantian tahun, Citra yang disetiap hari dikenal dengan kawasan bersih, Rapi, tanpa ada pedagang kaki lima, Tampaknya ada pengecualian disetiap malam tahun baru.

Terlihat dimalam tahun 2017 ini, ratusan pedagang kaki lima tampak berjajar disepanjang jalan, mulai dari pedagang terompet, kembang api, makanan, pakaian dan dagangan lainnya.

Management Citra Raya memang sengaja tidak melarang bagi para pedagang kaki lima untuk berjualan didalam perumahan elit ini.

Animo masyarakat sekitar untuk menyambut pergantian tahun tampak terlihat mulai sore hari, seperti pak Deden (45) yang berasal dari Cikande Serang, jauh-jauh membawa mobil los bak beserta keluarga dan tetangga untuk ikut merayakan pergantian tahun.

Baca Juga  Mengapa Kami harus turun ke jalan menuntut Ahok diadili?

“Dari pada dirumah suntuk, sekalian liburan bareng-bareng disini, menyambut pergantian tahun, haha..” demikian ungkap pak Deden sambil menikmati camilan yang digelar diatas tikar.

Terlepas dari riuhnya malam pergantian tahun di Citra Raya, tampaknya ada pekerjaan rumah yang menanti petugas kebersihan. Setelah pesta kembang api usai, para pengunjung dan pedagang mulai meninggalkan lokasi. Selain meninggalkan lokasi, pengunjung juga banyak sekali meninggalkan sampah yang tercecer dimana-mana. (edysw)