BATAS.ID~Jakarta–Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Pendingin dan Tata Udara (LSP TPTU) dan Produsen mesin pendingin udara asal Jepang, melalui DNTC, Daikin bekerjasama untuk menciptakan teknisi pendingin dan tata udara yang kompeten untuk mendukung gerakan Indonesia Kompeten.

Asosiasi Praktisi dan Ahli Pendingin dan Tata Udara Indonesia sudah menjalin kerjasma dengan Daikin sejak tahun 2015 lalu, Daikin sebagai produsen mesin pendingin tentu mebutuhkan teknisi/instaler yang handal dan kompeten, anggota APITU Indonesia sebagaian besar merupakan teknisi yang kompeten di bidang pendingin dan sudah bersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Daikin dan APITU Indonesia sepakat untuk melahirkan teknisi yang kompeten di bidang pendingin dan tata udara sesuai klasifikasi dan unit dasar kompetensi melalui LSP TPTU.

“Kami, dengan adannya TUK Daikin dan LSP tentu kami ingin menciptakan teknisi yang kompeten di bidangnya” kata Soemarno dari Divisi DNTC beberapa waktu lalu.

Daikin NTC yang memiliki fasilitas pelatihan untuk teknisi dan memenuhi standar untuk menjadi tempat uji konpetensi dan tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Daikin NTC di sepuluh wilayah telah terverifikasi dan siap menjadi tempat uji kompetensi (TUK).

“Kami sudah melakukan verifikasi dan 10 tempat Daikian National Training Center sudah memenuhi suarat dan kualifikasi menjadi TUK, yang nanti akan digunakan LSP untuk melakukan uji kompetensi” beber Haji Nur Ekwan, Ketua LSP TPTU kepada batas.id Rabu pagi.

Kesiapan tersebut, lanjut Haji Nur Ekhwan, ditandai dengan penyerahan sertifikat lisensi dan SK TUK.

Penyerahan SK dan Sertifikat TUK Sewakatu oleh ketua LSP TPTU Haji Nur Ekhwan diterima oleh perwakilan DNTC Joko Trisyanto pada Selasa siang, 13/08/2019.

Daikin National Training Centre yang sudah di verifikasi tersebut berada di Jakarta, Surabaya, Jogja, Den Pasar, Bandung, Palembang, Medan,Pekan Baru, Semarang dan Samarinda.

NRP