Kenaikan pajak dan bbm, rakyat kecil-lah yang langsung merasakannya/foto : tim batas media ©batas.id

batas.id~WONOGIRI-Setelah tarif pajak kendaraan naik, dikuatirkan masyarakat enggan taat pajak. Bagaimana tidak? Kenaikan ini berkisar tiga kali lipat sehingga memberatkan masyarakat golongan bawah.

Jika kita amati bersama untuk kendaraan telat pajak atau kredit kendaraan sebagian besar hanyalah masyarakat bawah.
Seperti pada operasi zebra beberapa bulan yang lalu, beberapa pengendara yang kedapatan tidak lengkap surat-suratnya hanyalah kaum bawah.

Dengan kenaikan tarif pajak ini, dibeberapa dealer juga terancan merugi, pasalnya konsumen menurun akibat BBM naik dan tarif pajak mahal.

Rincian daftar tarif pajak baru (pnbp) yang terpasang di kantor samsat purwantoro/foto : reymond s ©batas.id
Rincian daftar tarif pajak baru (pnbp) yang terpasang di kantor samsat purwantoro/foto : reymond s ©batas.id

Resminya penetapan Pemerintah menerapkan tarif baru penerbitan dan pengurusan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), serentak secara nasional mulai 6 Januari 2017.

Baca Juga  Yang Mudik Yang Unik

Kenaikan tarif tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tertanggal terbit 6 Desember 2016 dan berlaku 30 hari setelah diterbitkan, sekaligus menggantikan peraturan lama PP Nomor 50 tahun 2010, tersebut membuat masyarakat merasa keberatan.

Dampak kenaikan BBM dan pajak pastinya akan memicu kenaikan tarif penumpang dan ini membuat sopir kehilangan pelanggan, begitu pula para penumpang merasa keberatan.

Bagaimana nasib kendaraan lama dan kendaraan motor 2tak jika dihitung-hitung biaya pajak melebihi harga jual kendaraan tersebut, ujung-ujungnya mesyarakat bawahlah yang terkena imbasnya. (rey)