• Nilai investasi di bidang otomotif tahun ini sudah mencapai Rp16,5 triliun.
  • Dana pihak ketiga di perbankan masih besar dan industri tetap bertumbuh.

 

BATASTECHNO~ Belakangan ini banyak kalangan menilai daya beli masyarakat melemah. Namun, hal itu dibantah oleh Menteri Perindustrian  Airlangga Hartarto. Menurutnya, masyarakat masih memiliki kekuatan untuk berbelanja.

 

Pasalnya, “Industri otomotif [diperkirakan akan] meningkat di paruh kedua ini. Ini membuktikan bahwa daya beli masyarakat masih bertenaga,” ungkap Hartarto dalam pembukaan world class auto series GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (10/8).

Kemudian, kata dia, dana pihak ketiga di perbankan masih besar dan industri tetap bertumbuh, serta pertumbuhan ekonomi terjaga di level 5%. “Artinya, ekonomi Indonesia masih kuat dan ini akan membawa optimisme kepada kita semua,” terangnya.

Baca Juga  Propan Raya Resmikan Pabrik Baru Berteknologi Mutakhir

 

 

Di industri otomotif, saat ini Indonesia bukan lagi sebagai importir, tetapi sudah sebagai negara net exporter. Pada 2015, misalnya, ekspor otomotif Indonesia surplus US$466 juta dan kembali meningkat pada 2016 menjadi US$600 juta.

 

US$600 JUTA

Nilai ekspor otomotif Indonesia pada 2016, naik dari US$466 juta pada 2015.

 

Tidak hanya itu, nilai investasi di bidang otomotif yang sudah diselesaikan tahun ini mencapai Rp16,5 triliun. Itu menandakan bahwa kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah cukup tinggi. Investasi itu juga berhasil menambah lapangan kerja sebanyak 5.000 orang.

“Tenaga kerja di sektor ini telah mencapai 1 juta orang dan yang terkait langsung dengan sektor ini sebanyak 5 juta orang. Dengan demikian, otomotif menjadi salah satu sektor yang selain memberikan nilai tambah, juga menyerap tenaga kerja,” jelas Hartarto.

Baca Juga  Mengenal Reebonz E-commerce Hub Singapura yang Baru

BATAS.ID-TechnoBusiness ID |Foto-Foto: GAIKINDO