batas.id~TANGERANG-Ratusan sopir angkutan kota se Tangerang melakukan mogok masal dan mendatangi kantor pusat pemerintahan kota Tangerang Rabu (08/03/17).

Kedatangan ratusan sopir angkot ini berkaitan dengan penolakan mereka terhadap keberadaan taksi dan ojek online di Tangerang.

Aksi ratusan sopir ini dimulai sejak pukul 09.00 dengan membawa armada mereka masing-masing, menuju kantor pusat pemerintahan kota Tangerang.

Dalam aksinya, sempat terjadi penghadangan atau sweeping terhadap angkot lain yang tetap beroperasi. Para penumpang dipaksa turun dan sopirnya diminta untuk bergabung bersama, melakukan aksi menolak adanya taksi dan ojek online yang ada di Tangerang raya.

Penumpang dipaksa turun oleh sopir angkot lainnya / foto : Edy sw ©batas.id

Mila (27), salah satu penumpang dari Karawang dengan tujuan rumah sakit Sari Asih Sangiang, sampai menangis tersedu-sedu karena takut kepada sopir yang memberhentikan dan membentak bentaknya. “Saya baru kali ini kesini, makanya saya takut karena tidak tahu arah dan armada yang lain,” terang Mila sambil terus sesenggukan. Beruntung ada pengendara motor yang searah dengan tujuan Mila dan bersedia untuk memboncengnya.

Aksi sweeping terhadap rekan sesama sopir terjadi di Jl. Gatot Subroto Km 7-8 Jatake, Tangerang.

Perwakilan organda diterima oleh dinas perhubungan kota Tangerang untuk melakukan negosiasi, akhirnya pada pukul 12.15 para sopir yang melakukan aksi demo menolak keberadaan taksi dan ojek online membubarkan diri, setelah adanya kesepakatan antara organda dan Dishub kota Tangerang beserta Polres Kota Tangerang. Bahwa Kadishub Kota Tangerang akan mengundang organda untuk bersama-sama ke kementerian perhubungan.

Depan kantor Pemerintahan Kota Tangerang setelah masa membubarkan diri / Foto : Edy Sw ©batas.id

“Pada tahap selanjutnya Kadishub kota Tangerang telah mengundang Organda secara langsung untuk bersama sama ke kementerian perhubungan. Kita kawal bersama kebijakan ini biar hasilnya maksimal,” kata Edi Faizal Lubis, selaku ketua DPC Organda kota Tangerang.

Ratusan supir angkot membubarkan diri secara tertib dan sebagian kembali melanjutkan beroperasi menarik penumpang.

Kesepakatan untuk kembali beroperasi juga dilakukan oleh supir angkot yang berada diterminal Cimone. Awalnya mereka juga melakukan penghadangan terhadap rekan supir lain yang masih beroperasi. Setelah salah satu koordinator angkot memberi pengertian, akhirnya semua sepakat untuk kembali beroperasi.

“Kita hargai kesepakatan wakil Organda tadi dikantor pusat pemerintahan kota Tangerang, kita tunggu, tiga sampai lima hari kedepan untuk melihat hasilnya. Saran saya untuk saat-saat ini, kita beroperasi saja sampai sore dan tidak usah setor ke pengusaha, pasti dia juga maklum,” kata salah satu koordinator angkutan umum di terminal Cimone.

“Kita tunggu saja hasilnya, jika taksi dan ojek online masih beroperasi lagi di Tangerang pada senin nanti, kita blokir akses ke bandara. Ini Tangerang loh, akses internasional, jangan main-main,” sahut sopir lainnya.

Kendati telah ada kesepakatan bahwa para sopir angkot dipersilahkan beroperasi kembali seperti biasa, masih terdapat aksi sweeping yang dilakukan sopir 01 terhadap sesama sopir lainnya di Jl. Gatot Subroto Km 7 – 8 Jatake Tangerang pada pukul 14.00. (Edy Sw)