BATAS.ID~Bandung-Bermula dari sebuah percakapan di WhatsApp messenger antara Eko Prasetyo Pambudi alias Budie Yogi alias Praseto Budi dengan Wirnando yang juga menjabat sebagai ketua umum APITU Indonesia, pada awal April 2017 lalu, keduanya sepakat untuk kerja sama untuk pengadaan 6 unit kompresor Dorin 80VS.

Karena keduanya saling mengenal bahkan sebelumnya Budi pernah menjadi anak asuh Wirnando yang meminta di bimbing perihal coldstorage dan cara kerja serta berbagai cara mengatasi masalah di lapangansejak 2014.”iya mas si Budi itu dulu ikut saya, anak asuh saya, minta di ajarin cold storage, saya yang ajarin semua, sampai bagaimana mengatasi masalah dilapangan” ungkap Wirnando kepada batasID beberapa waktu lalu.

Akun media sosoal Facebook milik Eko Prasetyo Pambudi

Setelah kesepakat keduanya di capai, Wirnando meminta  Budi untuk mengirimkan Purchase Order (PO) untuk 6 unit kompresor tersebut dengan harga masing masing Rp 48.000.000,- ( empat puluh delapan juta Rupiah) dengan tempo pembayaran 7 hari.

Kompresor di kirim ke Pati Jawa Tengah dan di terima Budi, PO di kirim via email tangal 4 April 2017, sehingga jatuh tempo pembayaran pada tanggal 11 April 2017. Namun hingga tanggal 17 April 2017 Budi belum membayar sedikitpun kepada Wirnando.”Sampai tanggal 17 April Budi belum transfer satu Rupiah pun, dan pada hari itu dia sepakat untuk memulangkan tiga buah kompresor, karena tidak sanggup bayar yang 3 unit” papar Wirnando.

Baca Juga  Agung Suryamal Ingin Optimalkan Produk Ekspor Jawa Barat 

Budi mengaku telah mengirimkan 3 unit kompresor tersebut ke Jakarta menggunakan jasa expedisi PT Indah Kargo Mandiri, dan mengirim resi bukti pengiriman tersebut kepada Wirnando, namun hingga tanggal 22 barang yang di maksud tidak kunjung datang, kemudian Wirnando mengecek di agen Semarang Jasa expedisi tersebut,  namun di agen Semarang menyatakan tidak ada barang yang di maksud, pengecekan selanjutnya di agen Kudus, di agen Kudus juga memberikan jawaban yang sama bahwa belum ada pengiriman barang tersebut di kudus, akhirnya dilakukan pengecekan di agen Pati tempat budi mengaku mengirimkan barang tersebut. Disinilah titik teranang mulai nampak, menurut keterangan petugas di agen tersebut, bahwa Budi meminta dibuatkan resi terlebih dahulu agar bisa di email bukti pengirimannya walapun barang yang di maksud belum di kirim oleh Budi atau belum di terima oleh pihak PT Indah Kargo Mandiri.

Resi Pengiriman Palsu yang di email Budi

Berawal dari “bukti palsu” ini ada indikasi bahwa Budi menipu Ketua umum APITU Indonesia tersebut, hingga saat ini barang tersebut tidak pernah dikirimkan oleh Budi, di duga ada permainan antara Budi dan oknum PT Indah Kargo karena pihak Indah Kargo bersedia membuat resi pengiriman meski barang tidak ada.

Pada tanggal 22 April 2017 Wirmando mendatangi rumah orang tua Budi di Juwana,Pati Jawa Tengah, di sini budi mengakui perbuatannya bahwa telah membohongi Ketum APITU tersebut perihal pengiriman  3 unit kompresor yang sesungguhnya tidak pernah ia kirimkan.

Baca Juga  Lima Aset KSP Pandawa Mandiri di Sita Polisi

“Pada tanggal 22 malam saya langsung ke Juawana ke rumah orang tua Budi, bersama pak Prasojo Dinamika dan pak Wawan, disana Budi mengakui kebohongannya, tapi tidak mau menunjukkan keberadaan kompresor yang mau di retur, malah ingin mbayari semua. Pada saat itu Budi bersedia memberi jaminan dua buah mobil dan sertifikat rumah pada tanggal 23 April 2017” bebernya kepada BatasId.

Tanggal 24 April, ia kembali lagi ke Juwana bersama beberapa rekannya untuk bertemu Budi di sebuah rumah makan yang di tunjuk Budi Rumah makan Gemilang yang berada di Jalan Raya Juwana -Pati, keduanya sepakat bertemu jam 11.00, namun Budi baru datang sekitar pukul 14:30, tetapi Budi tidak mbawa barang yang akan di jaminkan sesuai janjinya, di sini terjadi pembicaraan hingga pukul 18.00 Budi pergi dengan dalih mengambil Mobil yang dijaminkan namun hingga pukul 21: 00 Budi tidak lembali, kemudian Wirnando dan kawan kawan memutuskan menuju ke rumah Budi di Winong -Pati, bermaksud untuk mengembalikan tas yang sempat di tahannya di rumahmakan, namun Budi tidak bersedia membukakan pintu untuk bertemu Wirnando.

Baca Juga  H.M.Z. Arifin Tepilih menjadi Ketua Umum APITU
Surat Pernyataan Kesanggupan Pembayaran ditandatangi Budi

Wirnando akirnya pulang dengan tangan kosong, dan keesokan harinya kembali ke Bandung.

Pada tanggal 26 April 2017 Budi transfer Rp. 10 Juta, dan ia berjanji akan melunasi sisanya, namun hingga batas waktu yang ditentukan Budi tidak kunjung melunasi kewajibannya atas pembelian 6 Unit Kompresor tersebut sebesar Rp 190 Juta.

Saat di konfirmasi melalui telpon ( 08111212***), pihak Agen PT Indah Kargo Mandiri, Hasan membenarkan kejadian tersebut, menurutnya Budi memintanya untuk membuatkan resi pengiriman barang untuk customernya di Jakarta untuk di email, meski barang yang di maksud tidak di bawa ke agen jasa pengiriman itu dengan alasan menunggu pembayaran dari customer baru dikirimkan.

Beberapa hari kemudian Budi menyampaikan kepada  Hasan bahwa tidak jadi mengirimkan  kompresor dengan alasan tidak di transfer oleh pembelinya di Jakarta. ” Setelah beberapa hari Budi mengatakan kalau barang tidak jadi dikirim karena pembelinya tidak mentransfer” Jelas Hasan.

Lanjut Hasan, mereka merasa di tipu boleh Budi.”iya kami juga merasa di tipu, dirugikan oleh budi. Akhirnya saya tau teman-teman juga banyak yang kena, misalnya pinjam uang tidak kembali, ngajak kerja sama tapi ternyata hasilnya tidak ada” ungkap Hasan. 

Hingga saat ini Kami belum menerima konfirmasi dari Budi, kami mencoba menghubungi melalui ponselnya namun tidak aktif.

NRP.BATAS.ID  Foto-foto : Istimewa