• Sebanyak 70% dari 1.000 CEO di dunia tidak memiliki keahlian dalam beradaptasi.
  • Ada tiga kunci yang harus dipahami pemimpin perusahaan dalam menghadapi disrupsi teknologi.

 

BATASTECHNO~Jakarta– Saat ini, berbagai perusahaan dan organisasi sedang menghadapi perubahan yang cukup radikal terkait sumber daya manusia, lingkungan kerja, dan industri secara keseluruhan. Itulah yang menyebabkan pemimpin-pemimpin perusahaan harus menghadapi tantangan yang jauh lebih serius dibanding sebelumnya.

 Data yang dirilis Harvard Business Review menunjukkan bahwa 80% organisasi bisnis akan mengalami disrupsi dalam tiga tahun ke depan. Riset yang dilakukan bersama Massachussetts Institute of Technology (MIT) itu juga menyatakan 70% dari 1.000 chief executive officer (CEO) di 131 negara dan 27 industri yang disurvei mengaku tidak memiliki keahlian dan struktur operasi yang tepat untuk beradaptasi.

Karena itu, puluhan chief information technology (CIO) anggota iCIO Community pada Rabu (23/10) berkumpul di Ayana Hotel, Jakarta, untuk membahas perihal tersebut dalam gelaran Executive Leadership Forum. Mereka menyadari bahwa peran pemimpin sangat penting dalam menyiapkan perusahaan agar sanggup beradaptasi di tengah lingkungan bisnis yang berubah sangat cepat.

Baca Juga  Mengapa Expedia Berani Kucurkan Investasi US$350 Juta ke Traveloka?

Agus Wicaksono, Chairman iCIO Community, mengungkapkan, sudah menjadi keniscayaan bagi para pemimpin bisnis untuk mempunyai DNA digital guna mengelola dan memanfaatkan dengan baik perubahan model bisnis serta pendekatan manajemen baru dalam kancah ekonomi yang semakin digital.

“Peran pemimpin sangat penting. Tidak terbatas pada transformasi teknologi, tapi lebih dari itu bagaimana mempersiapkan perusahaannya mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang begitu cepat,” lanjut CEO Lazada Indonesia Florian Holm.

 

HANYA 5%

dari 10.000 responden di 140 negara yang merasa telah memiliki “digital leader”.

 

Memang tidak banyak pemimpin perusahaan yang siap menghadapi semua ini. Firma riset Deloitte dalam laporan Global Human Capital Trend 2017-nya mengungkapkan hanya 5% dari 10.000 responden di 140 negara di seluruh dunia yang merasa telah memiliki “digital leader”.  Sebanyak 72%-nya mengaku baru mulai dan sedang membangun program-program kepemimpinan digital.

Baca Juga  Kembangkan Cross Marketplace Tools, GoDaddy Akuisisi Sellbrite

Agar berhasil menghadapi era disrupsi digital, Deloitte dan MIT mendorong para pemimpin perusahaan…..selengkapnya