BATAS.ID~KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), salah satu lembaga independen yang berada dalam naungan pemerintah dan dibiayai oleh APBN ini sedang hangat diperbincangkan oleh masyarakat hingga menjadi trending topic di sosial media. Kali ini bukan karena prestasi atau sumbangsihnya bagi masyarakat tetapi tentang “aib” KPI pusat yang diduga dengan sengaja membiarkan pelecehan sexual dan perundungan terjadi di lingkungan kantor yang berlokasi di daerah Gambir Jakarta Pusat.

Ramai dibicarakan netizen berawal dari munculnya postingan pers release dari seorang karyawan berinisial MS yang dari pengakuannya telah mengalami berbagai macam perundungan hingga pelecehan sexual sejak tahun 2011 hingga 2020. Korban sudah hampir putus asa karena sudah dua kali melapor ke polres setempat namun pihak kepolisian tidak memproses dan menyarankan diselesaikan dengan jalan damai dengan kata lain tidak ditindak. Korban juga sudah lapor ke atasan namun tidak ada tindakan bagi para pembully melainkan hanya dipindah divisi sehingga korban masih kerap bertemu dengan para pelaku dan masih sering mendapatkan intimidasi serta Bullyan secara verbal. Adapun bully/perundungan serta pelecehan sexual yang MS alami secara garis besarnya antara lain :

• Makian, hinaan, ungkapan rasis (“dasar Padang pelit”), fitnahan “bencong” padahal korban adalah seorang ayah dan suami.
• Diperalat melakukan pekerjaan yang bukan jobdesknya (disuruh membelikan makanan dan sebagainya padahal korban bukan OB kantor melainkan teman satu staff/divisi)
• Mengina dan menuduh orangtua korban sebagai koruptor dan sakit-sakitan karena dosa-dosa yang diperbuat
• Memukul korban
• Beramai-ramai melakukan pelecehan sexual dengan cara menelanjangi korban, mencoret-coret area intim korban dengan sepidol dan mendokumentasikan/memoto kemaluan korban
• Melempar korban ke kolam renang pada waktu tengah malam di acara luar kantor
• Melakukan banyak tindakan tidak menyenangkan di kantor

Setelah melalui masa-masa sulit dan waktu yang panjang setelah konsultasi dengan psikolog karena merasa mentalnya sudah benar-benar rusak akhirnya korban MS memberanikan diri melapor dan meminta bantuan Lembaga Bantuan Hukum hingga akhirnya mengeluarkan pers rilis pada tanggal 01 September 2021 semua kronologi hingga nama-nama karyawan yang diindikasikan melakukan tindakan tidak terpuji dan sangat tidak pantas itu selama bertahun-tahun dan juga menyebutkan nama-nama mereka yang padahal adalah orang-orang yang bukan lagi anak-anak melainkan sudah cukup berumur.

Dua hari berturut-turut sosial media ramai membahas hal ini hingga akun KPI_pusat ramai dihujat netizen akhirnya hari ini tanggal 03 September 2021 KPI pusat baru mengeluarkan statemen dan menyerahkan semuanya kepada aparat penegak hukum dan memberi pendampingan kepada korban. Selain ketujuh terduga pelaku perundungan terhadap MS juga sudah dibebastugaskan untuk menjalani pemeriksaan kepolisian.

Netizen yang gerampun banyak memberikan komentar “Apa harus viral dulu baru diproses?”

Tindakan bullying atau perundungan yang kita ketahui memang kerap digaungkan dari anak-anak usia pendidikan dini hingga menengah atas, namun tanpa kita sadari perundungan pada orang-orang usia dewasa pun kerap terjadi. Entah apa motifnya, namun banyak dari mereka yang beranggapan bahwa hal tersebut adalah sebuah “candaan”. Padahal bercanda adalah hal yang jika dua pihak merasa hal itu sama-sama lucu. Bukan pihak lain senang namun pihak satunya merasa menderita.

DIJEH