Ekonomi Asia Tenggara Tumbuh 5,1%, Indonesia Penopang Terbesar

Ekonomi kawasan Asia Tenggara tahun ini jauh lebih baik dibanding negara-negara maju.

Jakarta, TechnoBusiness Insights Euromonitor International, firma riset pasar asal London, Inggris, baru saja merilis laporan terbarunya yang berjudul “Southeast Asia Business Leaders Report Inside Your Peers 2019 Executive Agenda”.

Dalam laporan yang disusun oleh Geana Barbosa dan Yvonne Kok itu menyebutkan bahwa selama 2018 perekonomian di kawasan Asia Tenggara tumbuh 5,2%.

Baca Juga: Euromonitor, Waspadai Gejolak Ekonomi Global 2019

Sayangnya, tahun ini laju pertumbuhan itu diperkirakan justru turun tipis menjadi 5,1%. Meski turun, persentase yang disumbangkan tetap jauh lebih besar dibanding negara-negara maju di Zona Amerika dan Eropa yang hanya bergerak sekitar 2,0%.

Baca Juga  23 Unicorn “On-Demands” Bervaluasi US$203 Miliar

Pertumbuhan yang baik di kawasan regional Asia Tenggara didorong oleh pertumbuhan perekonomian di Kamboja, Laos, dan Myanmar, dengan Indonesia sebagai penopang terbesar.

Baca Juga: Indonesia jadi Pendorong Utama Pertumbuhan Industri Otomatisasi

Menurut Euromonitor, pertumbuhan ekonomi kawasan itu kemudian diikuti oleh proyeksi pertumbuhan masing-masing sektor bisnis yang rata-rata berkisar 6-10%.

Sebanyak 30% responden di Asia Tenggara yang disurvei malah mematok pertumbuhan bisnisnya antara 11-40%. “Itu menunjukkan kepercayaan yang kuat, suasana optimisme, dan kesadaran akan adanya peluang pertumbuhan,” jelas Euromonitor.●

Teks: TechnoBusiness Insights

Data: Euromonitor International

 

Artikel Asli