Erajaya Swasembada Gunakan Laba 2018 untuk Tiga Hal

Peritel ponsel dan elektronik itu juga mengangkat Joy Wahyudi sebagai komisaris independen.

Jakarta, TechnoBusiness ID ● PT Erajaya Swasembada Tbk. (IDX: ERAA), perusahaan ritel dan distribusi produk-produk elektronik serta telekomunikasi terkemuka di Tanah Air, sepanjang 2018 berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp34,74 triliun.

Baca Juga: Dear YouTuber, Awas Akun Anda jadi Target “Phising”!

Penjualan itu naik 43,39% dibanding 2017 yang mencatatkan angka Rp24,23 triliun. Seiring dengan itu, laba tahun berjalannya naik 156,18% dari 347,15 miliar pada 2017 menjadi Rp889,34 miliar pada 2018.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Erajaya yang digelar di Jakarta, Kamis (9/4), disepakati bahwa laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perusahaan tahun buku 2018 senilai sekitar Rp850,08 miliar akan digunakan untuk tiga hal.

Baca Juga: Qantas Pelopori Penerbangan Bebas Sampah di Dunia

Pertama, laba sebesar Rp159,5 miliar akan dibagikan sebagai dividen atau senilai Rp50 per saham dengan total 3,19 miliar saham. Kedua, laba senilai Rp1 miliar ditetapkan sebagai cadangan wajib sesuai ketentuan perundang-undangan.

Ketiga, sisa laba yang tidak dibagikan sebagai dividen dan cadangan wajib perusahaan dijadikan sebagai laba yang ditahan. Selain tiga hal itu, Erajaya juga mengangkat Joy Wahyudi, mantan direktur utama PT Indosat Tbk. (IDX: ISAT), sebagai komisaris independen.

—Ivan Darmawan, TechnoBusiness ID ● Foto: Erajaya Swasembada

 

Artikel Asli