Batas.id~ MALANG-Satu persatu fakta baru terkait Koperasi Indonesia yang bermarkas di Royal Janti Residence, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, terurai. Setelah Dinas Koperasi Kota Malang memastikan koperasi tersebut bodong alias tak terdaftar secara resmi, kemarin diketahui jika Koperasi Indonesia ternyata berbadan hukum LSM (lembaga swadaya masyarakat).
Diketahuinya jika Koperasi Indonesia itu LSM terungkap dalam forum rapat gabungan yang digelar di Balai Kota Malang, kemarin (20/7). Rapat selama dua jam tersebut sebagai tindak lanjut atas pemberitaan Jawa Pos Radar Malang selama tiga edisi sejak Senin (18/7). Dalam rapat tertutup tersebut, hadir antara lain perwakilan dari dinas koperasi, dinas perhubungan, kejaksaan, pengadilan negeri, Polsek Sukun, Koramil Sukun, dan satpol PP.
Kepala Bidang Penegakan Undang-Undang Daerah Satpol PP M. Arif menjelaskan, berdasar data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Koperasi Indonesia tercatat sebagai LSM Koperasi Indonesia. Jadi, nama koperasi yang menempel itu bukan arti koperasi yang sesungguhnya. ”Ada datanya di situ (Bakesbangpol),” ujar Arief usai memimpin rapat, Rabu (20/7).

Baca Juga  KOLING “Kopi Keliling”

koperasi3
Karena badan hukumnya LSM, imbuh Arief, satpol PP perlu melakukan pendalaman dari sisi hukumnya dulu. Karena dari hasil rapat, memang menemukan sejumlah kejanggalan di koperasi ini. Satu sisi namanya koperasi, tapi badan hukumnya LSM. Disebut LSM, tapi kok praktiknya layaknya koperasi. Ada anggota yang harus mendaftar dengan biaya administrasi Rp 300 ribu. Dengan modal Rp 300 ribu itu, anggota mendapatkan sertifikat yang disebut dengan paper banking. Dengan membawa paper banking ini, utang anggotanya ke perbankan sudah bisa lunas.
Berdasarkan klaim dari pihak koperasi, sudah ada tujuh ribu anggota. Tiga ribu di antaranya sudah berhasil lunas tanpa bayar utang ke bank dengan modal paper banking itu. Karena praktik koperasi ini cukup menggiurkan, dari pantauan Jawa Pos Radar Malang, hampir setiap hari banyak calon anggota yang mendaftar. Mereka mayoritas orang-orang yang baru saja bangkrut dan terlilit utang ke bank. Yang menarik, kenapa debitur bisa tidak melunasi ke bank. Karena pihak koperasi dalam rilis resminya menyebut jika warga negara Indonesia memiliki piutang ke negara. Sehingga ketika warga berutang ke bank, maka negara lah yang wajib melunasi.

Baca Juga  Kemendag minta satgas pangan antisipasi penimbunan

koperasi1
Dengan status LSM, satpol PP tidak bisa melakukan tindakan langsung. Karena LSM ada undang-undangnya sendiri. ”Kami masih mencari formulasi yang tepat untuk merumuskan masalah ini,” tegas Arief.
Sebenarnya, imbuh dia, sebelum Lebaran lalu, satpol PP bersama dinas terkait sudah mendatangi kantor Koperasi Indonesia di Royal Janti Residence. Yang dipertanyakan adalah izin pendirian koperasinya. Dan ternyata dinas koperasi tidak menemukan izin koperasinya. Para pengurus Koperasi Indonesia juga mengaku, lembaga yang dulu bernama Koperasi Pandawa itu bukan koperasi. ”Berarti, kami akan pertanyakan dari sisi reklamenya,” ancam Arief.
Yang pernah ditangani satpol PP adalah soal pengaduan dari warga di sekitar koperasi. Saat itu warga merasa terganggu karena banyaknya anggota koperasi membuat kenyamanan di perumahan terusik. ”Tapi kini sudah tertib lagi. Tugas kami tinggal memantau saja,” tandas dia.
Sementara atas praktik tak lazim koperasi pimpinan Ahmad Mujais ini juga dikeluhkan FIF Cabang Malang. Karena ada tujuh nasabah atau debiturnya yang tidak sanggup membayar lunas kredit motor, membawa paper banking ke FIF. Tujuannya dengan surat sakti itu, FIF menghapus utangnya. ”Karuan saja FIF menolak. Ya harus tetap bayar,” tegas kuasa hukum FIF Cabang Malang, Agus S. Sugianto, Rabu (20/7).
Dari tujuh debitur di FIF tersebut, ada sebagian yang bisa diberi pengertian. Namun ada pula yang tetap ngotot jika paper banking itu bisa melunasi utangnya. ”Yang mengerti, akhirnya tetap mengangsur,” terang Agus.
Sementara terkait status LSM sebagaimana yang diungkap Bakesbangpol, pihak Koperasi Indonesia tidak memberikan pernyataan.

Baca Juga  H-2 Lebaran Aktivitas Pasar Tradisional Meningkat, Harga Pangan Ikut Naik

Dihimpun oleh : Reymond S-batas.id