BATAS.ID~Jakarta-Di mulai dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan kemudian menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya mereka memulai aksi damai solidaritas atas penderitaan kaum Muslim Rohinya.

Seperti unjuk rasa sebelumnya, mereka menyurakan dan menuntut pemerintah Myanmar untuk menghentian kejahatan kemanusiaan yang menimpa etnis muslim Rohinya di distrik Rakhine Myanmar, melalui kedutaan besar Myanmar di Jakarta.

Mereka menuntut pembebasan etnis muslim Rohinya yang tertindas di negerinya sendiri.GPMI menyampaikan tujuh resolusi untuk Pemerintah Myanmar dan Pemerintah Indonesia terkait kasus kemansiaan di Myanmar. Berikut ketujuh resolusi tersebut :

1. Mengutuk dengan keras pembantaian etnis Rohingnya oleh pemerintah dan militer Myanmar.

2. Stop pembantaian, diskriminasi dan upaya kekerasan penyelesaian masalah Rohingnya dalam segala bentuknya

Baca Juga  IPW Sarankan Polisi Intropeksi dan Minta Maaf ke Rizieq Shihab

3. Pengakuan etnis Rohingnya sebagai bagian dari Warga Negara Myanmar

4. Tindak tegas dan proses secara hukum bagi penjahat kemanusiaan dalam tragedi Rohingnya.

5. Kembalikan para manusia perahu dan pencari suaka yang terdampar di berbagai negara dan dijamin kehidupannya tidak ada dialrimibasi dan intimidasi di Rakhine.

6. Pemerintah Myanmar herus dan segera membuka akses seluas-luasnya untuk masuknya bantuan kemanusiaan berupa medis, obat-obatan, sandang pangan, air bersih, bantuan pendidikan dari pihak luar.

7. Memastikan Pembangunan ekonomi, pendidikan , kesehatan dan lapangan kerja serta kesejahteraan yang merata di Myanmar tanpa diskriminasi.

Kepada Pemerintah Indonesia, GPMI meminta peran aktif pemerintah Indonesia agar kejahatan kemanusiaan yang telah membunuh ratusan dan bahkan ribuan orang  bisa dihentikan.

Baca Juga  Tips Menanggapi Informasi di Medsos

“Rasa kemanusiaan Kaum buruh terpanggil melihat penderitaan yang dialami oleh saudara saudara kita di Rohingnya. Atas nama Keadilan, Buruh juga meminta PBB untuk segera menangkap para penjahat kemanusiaan yang telah membunuh dan membiarkan pembantain etnis Rohingnya terjadi,” lanjut Mirah.

Herry Hermawan, Presidium GPMI menegaskan, bahwa buruh Indonesia meminta Presiden Jokowi turun langsung dan bersikap tegas dengan terlibat aktif dalam penyelesaian permasalahan di Myanmar tersebut.

NRP