Global Blockchain Investment Bank Mulai Beroperasi di Amerika Serikat
  • Rupanya Global Blockchain Investment Bank berkantor pusat di Singapura dan memiliki perwakilan di Shanghai, Silicon Valley, dan New York.
  • GBIB telah memiliki 300.000 investor dari berbagai negara.

California, TechnoBusiness Blockchain diyakini menjadi teknologi masa depan yang memungkinkan semua bidang menggunakannya. Itu sebabnya, beberapa tim yang berasal dari perusahaan investasi global seperti Goldman Sachs, JP Morgan Chase, dan China International Capital Corporation secara bersama-sama mendirikan Global Blockchain Investment Bank (GBIB).

Baca Juga: 

 

Pada 4 Februari 2018, GBIB secara resmi dibuka di Silicon Valley, California, Amerika Serikat. Tapi, kantor tersebut bukanlah yang pertama. Sebab, yang menjadi kantor pusatnya justru di Singapura sejak tahun lalu. Dengan beroperasinya kantor di Silicon Valley, itu mengartikan bahwa GBIB telah memiliki perwakilan di Shanghai, Silicon Valley, dan New York.

Baca Juga  Empat Langkah Pemasaran Digital yang Efektif 2018

Sebagai bank investasi butik teknologi blockchain, GBIB diposisikan sebagai Goldman Sachs dan China International Capital Corporation di industri tersebut. Tugasnya terlibat dalam penerbitan, penjaminan emisi dan perdagangan proyek blockchain, analisis investasi, modal ventura, dan pembiayaan proyek. “Ini adalah lembaga keuangan nonbank secara alami dan bertindak sebagai perantara keuangan utama di pasar blockchain,” demikian dalam keterangan resminya.

Saat ini, GBIB telah memiliki lebih dari 300.000 investor dan High-net-worth Limited Partners. Para investor tersebut akan diberikan informasi terbaru terkait perkembangan blockchain, menghubungkan mereka dengan pakar-pakar top, dan lain sebagainya. Langkah itu penting mengingat teknologi blockchain berkembangan sangat pesat belakangan ini, ribuan token digital telah beredar, tapi pengetahuan mengenai teknologi tersebut masih menjadi masalah utama.●

Baca Juga  Industri Kelapa Sawit yang Jaya di Hilir

Philips C. Rubin, TechnoBusiness ● Foto-Foto: Finance Magnates, GetVoip  

Artikel Asli