Batas.id~Jakarta–​Gara-Gara ini banyak pengguna Grab uninstall aplikasinya, Driver Grabcar mengeluh.

Lagi-lagi Grab membuat heboh khalayak umum, khususnya pengguna social media sekaligus pengguna layanan transportasi umum berbasis online. Setelah sebelumnya Grab menayangkan iklan tentang kelebihannya soal jaminan keamanan dan keselamatan customer yang menampilkan hal yang mengerikan, berupa kisah gadis yang mengalami luka-luka akibat kecelakaan menggunakan jasa ojeg pangkalan, kini akun social media mereka yang menyebarkan berita berbau politik.

Sebelumnya akun twitter @GrabID mengetweet ajakan untuk tanda tangan petisi penjarakan buni yahya, orang yang dianggap menyebarkan berita isu SARA tentang Ahok pasca demo besar-besaran tanggal 4 November lalu. Namun management mengambil tindakan tegas dengan meng-cut karyawan bagian social media yang menyalahgunakan akun tersebut bukan untuk kepentingan Grab. Kali ini blunder yang sama dilakukan, akun twitter resmi Grab dengan user id @GrabID kembali mengetweet hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan layanan dan jasa grab, yaitu statement dan dukungan Grab terhadap Ahok pada pilkada DKI Jakarta 2017. Walaupun sudah dihapus, namun tweet/kicauan tersebut sudah terlajur tersebar.

Baca Juga  Jalur Ponorogo-Trenggalek Di Tutup Total

Kicauan tersebutpun menjadi viral di social media. Pihak customer yang merasa ini hal yang melencengpun dengan sigap membuat tagar #UninstalGrab dan banyak dari mereka yang benar-benar menghapus aplikasi Grab tersebut. Walaupun management telah memberikan statement pembelaan bahwa Grab tidak memiliki keberpihakan sama sekali namun banyak pengguna yang sudah merasa kecewa dan sudah menginstal aplikasi Grab.

Beberapa kicauan (tweet) dari pengguna Grab pun bertebaran. Mereka menyampaikan keluhan serta kritikan dan kekhawatirannya. Seperti dari akun twitter @aldhiraaa yang mengungkapkan kekhawatirannya akan data-data customer yang bisa saja disalah gunakan oleh pihak Grab karena dianggap kurangnya sistem keamanan di perusahaan Grab itu sendiri, sebagai bukti adanya adalah pertanyataan resmi Grab bahwa terjadi kesalahan atau semacam pengalihan akun atau penyalahgunaan akun.

Baca Juga  Toyota Vios Terbakar di Darmawangsa Raya

Salah seorang driver GrabCar, Ramdani mengungkapkan bahwa seharian ini ia belum mendapat order sama sekali, padahal biasanya dalam sehari minimal ia mengantongi omset sebesar Rp 300.000.”hari ini sama sekali belum dapet order,biasanya dapet 300 ribu” katanya.(ska-batas.id)