BATAS.ID~Jakarta–Harga Bitcoin semakin terpuruk setelah kembali anjlok amat dalam pada hari ini. Anjloknya nilai tukar mata uang digital (cryptocurrency) itu menyusul adanya rencana larangan beriklan di Google.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap.com, harga Bitcoin mengalami depresiasi hingga 14,46% (per 15 Maret 2018 10.22 WIB) hanya dalam 24 jam menjadi US$7.932,90.
Di Indonesia Digital Asset Exchange (Indodax), harga Bitcoin di waktu yang sama turun 14,3% menjadi Rp110.985.000. Padahal, Google baru melarang iklan kripto mulai Juni mendatang.
Menurut CEO TechnoBusiness Indonesia Purjono Agus Suhendro, anjloknya nilai tukar mata uang digital itu membuktikan bahwacryptocurrency tidak memiliki fundamental yang kuat.

Purjono Agus Suhendro, CEO Technobusiness Indonesia

“Padahal, sejak nilai Bitcoin meroket ke angka hampir Rp300 juta pada pertengahan Desember 2017, beragam isu negatif terus bermunculan,” ungkap pengamat e-commerce tersebut.

Baca Juga  Kecelakaan Bus di KM 86 Tol Jakarta-Merak, 3 Tewas

Isu-isu itu, mulai dari pelarangan transaksi di berbagai negara, pembobolan oleh hacker, hingga pelarangan beriklan di media-media yang cukup berpengaruh.
Seperti diketahui, Januari lalu raksasa media sosial Facebook telah lebih dulu melarang iklan kripto. Pelarangan itu pun langsung direspons pasar amat negatif.
Purjono memperkirakan Bitcoin akan sulit kembali ke masa jayanya seperti pada pertengahan Desember tahun lalu lantaran tidak didukung oleh aset yang nyata.

“Masyarakat semakin menyadari bahwa jual beli Bitcoin tak ubahnya jual beli saham atau forex. Bedanya, saham sudah diatur batas atas dan batas bawahnya, sedangkan Bitcoin tidak,” ungkapnya.

Karena tidak dilindungi, maka risiko jual beli Bitcoin jauh lebih besar. “Hukum alam atau hukum pasar benar-benar berlaku di situ,” jelasnya.

Baca Juga  10 Universitas Terbaik Global Versi US News

 
NRP