batas.id~JAKARTA–Tidak bisa dipungkiri bahwa jumlah pengangguran di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran dengan Tingkat Pengangguran Terbuka per Agustus 2016 mencapai 7,03 juta orang. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan, tapi hanya memangkas 0,57% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Yang lebih disayangkan lagi, yang menganggur itu adalah mereka yang rata-rata baru lulus kuliah. Artinya, generasi muda alias generasi milenial sering kali kebingungan dalam mendapatkan pekerjaan. Kalau pun ada, mereka pun bingung memilih pekerjaan, perusahaan, atau industri yang paling sesuai. Karena kebanyakan hanya mengikuti kata orang tua, sehingga mereka tidak produktif dengan kariernya.

Atas dasar itu, Rangga Husnaprawira mendirikan Bukapintu.co, sebuah portal edukasi karier bagi anak muda di tanah air. Ia mengatakan, “Ada istilah misemployment is the new unemployment. Masalah yang ada saat ini bukan hanya pengangguran, melainkan juga orang-orang yang tidak cocok di pekerjaannya.”

Baca Juga  10 Destinasi Wisata Ini Dilayani Jaringan Net1

Bukapintu hadir sebagai portal edukasi karier bagi anak muda di Indonesia. Portal ini bertujuan untuk memberi gambaran kepada generasi milenial agar tidak kebingungan dalam mencari atau terpaksa menerima pekerjaan.

Faktornya ada banyak. Misalnya, ketidaksesuaian antara keahlian yang dimiliki dengan posisi yang ditempati, atau ketidaksesuaian kepribadian dan nilai-nilai dengan budaya perusahaan. “Bayangkan, kita menghabiskan setidaknya hampir 80% waktu di pekerjaan. Kalau ribuan hingga jutaan orang salah mengambil langkah karier, maka secara kolektif produktivitas dan kebahagiaan masyarakat tidak optimal,” lanjutnya.

Sebagai portal edukasi karier, Bukapintu secara rutin menerbitkan artikel-artikel, mulai dari langkah mengidentifikasi potensi diri, tips melamar kerja, hingga tips agar sukses di pekerjaan. Selain itu, juga memuat opini-opini dari perekrut dan kisah-kisah sukses perjalanan karier anak muda Indonesia. Misi besarnya, kata Rangga, membantu kaum milenial tidak salah dalam memilih pekerjaan mereka.

Baca Juga  Sharp Cari Celah di Pasar Otomotif

Yang perlu dipahami, saat ini terjadi kesenjangan antara pemberi kerja dengan pencari kerja. Mayoritas perusahaan tak memiliki sumber daya yang cukup untuk mengunjung job fair, sementara generasi milenial telah mencari pekerjaan melalui online. Itu sebabnya, perusahaan mesti mulai mengomunikasikan Employer Value Proposition (EVP)-nya secara luas melalui platform digital.

Jika kebingungan, Bukapintu menawarkan kerja sama kepada perusahaan-perusahaan untuk membuat konten-konten populer, baik dalam format artikel maupun video. Konten-konten itu berisi cerita karyawan dan gambaran perusahaan yang lantas dipromosikan kepada audiens milenial sesuai kebutuhan perusahaan.

“Banyak kandidat berkualitas yang hanya melamar ke perusahaan yang mereka ketahui atau yang sudah populer dilingkungan pergaulan. Dengan mempromosikan cerita-cerita unik tentang perusahaan seperti kisah perjalanan karier karyawan di perusahaan serta foto dan video suasana kantor, perusahaan punya kesempatan menunjukkan employer brand-nya. Ini juga membantu mahasiswa dan lulusan sarjana untuk familiar dengan budaya perusahaan sebelum melamar sehingga perusahaan akan mendapatkan kandidat yang lebih culture-fit,” kata Rangga.**

Baca Juga  Propan Raya Resmikan Pabrik Baru Berteknologi Mutakhir

—Intan Wulandari, TechnoBusiness Indonesia • Foto-Foto: Bukapintu, magicjackforbusiness.com, amazonaws.com